Piye

Pawai Takbiran, Aturan Diperketat Hadiah Ditambah

Pawai Takbiran, Aturan Diperketat Hadiah Ditambah
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Pawai takbiran menyambut Idul Fitri 1438 H tahun ini dikemas berbeda oleh Pemkab Lombok Tengah.

Setelah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak kemanan, Pemkab mengambil keputusan untuk memperketat aturan dalam pelaksanaannya.

Ketua Panitia, HM Nursiah yang sekaligus Sekda Loteng menjelaskan, tahun ini aturan yang diperketat terkait dengan petasan.

“Kalau peserta itu membunyikan mercon, secara otomatis peserta akan didiskualifikasi walaupun lampion yang dibawa sangat bagus,” tegasnya.

Aturan itu dibuat setelah melakukan koreksi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun lalu. Tahun lalu, perang petasan yang notabene juga dilakukan oleh peserta pawai tidak bisa dihindari.

“Keputusan itu diambil setelah rapat beberapa kali dengan pihak keamanan,” jelasnya.

Imbal balik ketatnya aturan itu, lanjut dia, Pemkab menyediakan hadiah fantasatis mencapai puluhan juta.

“Untuk juara I, kita bandrol Rp. 35 juta, artinya naik 115 persen dari tahun lalu,” sambungnya.

Pawai takbiran sekaligus lampion tahun ini menghadirkan 42 peserta dari kalangan masyarakat umum dan SKPD lingkup Pemkab Loteng.

Pantauan Suara Lombok , masing-masing kelompok peserta memberikan tampilan terbaiknya.

Beberapa lampion juga tampak unik dan dikemas menarik. Yang dapat terpantau Suara Lombok , beberapa lampion mengambil tema yang hampir seragam.

Mulai dari model Alquran raksasa, kaligrafi Alquran yang dibentuk menyerupai kapal laut, ketupat, masjid dan lain sebagainya.

“Menurut saya, ini merupakan bentuk kreatifitas masing-masing peserta dan semuanya unik,” ujar H Idham Khalid selaku Asisten III Setda Loteng menimpali di sela kegiatan pawai takbiran dan lampion ini.

Idham yang sebelumnya melepas para peserta di Lapangan Bundar PSLT mengatakan, Pemkab sudah menetapkan pawai takbiran dan lampion ini sebagai bagian dari kalender wisata religi di Loteng.

Sehingga, beberapa hal yang dianggap mengganggu hal ini akan terus dibenahi dari waktu ke waktu. Termasuk mengenai petasan dan kemacetan yang kerap terjadi.

“Insya Allah, kita akan terus benahi karena ini merupakan salah satu daya tarik daerah kita,” tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.