Piye

Paket Sandang Pangan Dekati Masa Expired

SuaraLombok.com | Lombok Timur - Paket sandang pangan seharga miliaran rupiah yang akan dibagikan Pemkab Lotim ditemukan mendekati masa expired alias mendekati kedaluarsa.

Diungkapkan salah satu petugas pengepakan paket sandang yang enggan ditulis namanya, ia bersama rekannya mendapati beberapa produk sandang pangan akan memasuki masa kedaluarsa dalam waktu enam bulan mendatang.

“Yang paling parah ada di mie instan yang sudah kami dapati. Kalau kami lihat dari label akan kedaluarsa pada Desember 2017 nanti,” ungkapnya.

Ia bersama rekannya baru menyadari hal ini setelah melakukan pengepakan ratusan paket. “Setelah kami lihat, kami tidak berani lagi memasukan mie instan itu ke dalam (kardus) paket,” sambungnya.

Sementara itu, panitia pengawas barang paket sandang pangan yang ditemui Suara Lombok , Sapri mengaku jika pihaknya sudah mengetahui terkait hal ini. Hanya saja, ia membantah jika mie instan yang akan disalurkan ke masyarakat itu dikatakan tidak layak dibagi. “Masih belum termasuk mendekati,” bantahnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak mungkin melakukan kesalahan karena pihaknya selalu teliti sebelum mengambil barang dari perusahaan pemenang tender sandang pangan ini. Secara juknis, sandang pangan yang termasuk mendekati masa expired adalah yang masanya mencapai 3 bulan sebelum hari H. “Tapi kalau memang sudah ada yang ditemukan seperti itu, kami akan cek ulang karena kami juga tidak mau masyarakat nanti jadi korban,” tegasnya.

Sementara PPK Paket Sandang Pangan, Ibrahim menegaskan, pihaknya langsung melakukan pengecekan terhadap paket sandang pangan yang dianggap mendekati expired itu. Hanya saja, setelah dilakukan pengecekan, pihaknya tidak menemukan yang diduga mendekati masa kedaluarsa itu. “Dalam kontrak, yang dianggap mendekati masa kedaluarsa itu minimal 3 bulan, kalau lebih dari itu masanya tidak termasuk,” jelasnya.

Sementara pihak CV Era Nusa Insani, Mubin yang memenangkan proyek pengadaan paket sandang pangan mengatakan, pihaknya siap untuk melakukan pergantian barang yang dianggap mendekati masa kadaluarsa dengan syarat ada surat hasil pemeriksaan barang dari pihak terkait. “Kami sudah melapor ke perusahaan, kami siap ganti, tapi harus ada surat resminya. Kalau itu tidak ada, kami tidak berani ganti sembarangan,” tandasnya. (07)


Baca juga : Kontraktor Sembako Dinilai Tidak Becus

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.