Piye

Mirip Tukang Palak, Jukir di Mataram Tarik Biaya Tinggi

Mirip Tukang Palak, Jukir di Mataram Tarik Biaya Tinggi
SuaraLombok.com | Mataram - Ramainya masyarakat menonton pawai takbir, dimanfaatkan juru parkir (Jukir) di kota Mataram menarik retribusi terlalu tinggi. Dengan seenaknya, oknum jukir di Mataram yang mengaku bernama Agus ini melakukan penarikan retribusi sebesar 5000 rupiah untuk setiap parkir sepeda motor. Parahnya lagi, penarikan sebesar itu tanpa diberikan karcis sebagai tanda bukti telah membayar retribusi.

"Bayar di depan (dahulu-red), lima ribu," ujarnya saat ditanya berapa biaya parkir di salah satu trotoar di jalan Pejanggik kota Mataram pada Sabtu (24/6).

Jukir di Mataram ini beralasan menarik retribusi sebesar itu karena memanfaatkan momen tahunan pawai takbiran pada malam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Sebagai jukir, ia beralibi memiliki tanggung jawab besar menjaga keamanan barang pengguna jasa parkir agar tidak hilang. "Kalau hilang tanggungjawabku -  jukir red," kilahnya.

Sementara itu nasib serupa juga dialami oleh seorang pengguna parkir di salah satu perbelanjaan di kota Mataram berinisial Y. Ia  mengaku heran dengan pemerintah karena seolah membiarkan praktek penarikan diatas ketentuan. Ia berharap pemerintah bisa tegas membina para jukir yang ditengarai berseliweran dengan "liar" di kota Mataram pada momen tahunan. "Di situ (salahsatu pusat perbelanjaan di kota Mataram berinisial B-red) juga, masak mahal sekali, apa ndkada yang mengatur ya," sesalnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait karena sedang libur lebaran. Hanya saja jika merujuk pada Perda kota Mataram nomor 7 tahun 2015 tentang pengelolaan parkir, besaran retribusi parkir di pinggiran jalan umum adalah sebesar Rp 1.000 untuk sepeda motor, dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat dibuktikan dengan karcis parkir. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.