Piye

Main Gasing Tradisi Ngabuburit Unik Warga Lotim

Main Gasing Tradisi Ngabuburit Unik Warga Lotim
SuaraLombok.com | Mataram - Banyak cara positif menunggu waktu berbuka puasa pastinya dengan kegiatan yang menyenangkan tentunya. Masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat memiliki tradisi unik bermain gasing  pada sore hari sambil menunggu datangnya buka puasa.

Bermain adu gasing atau dalam bahasa Sasak dinamakan begasingan dimainkan puluhan warga merupakan salah satu permainan tradisional khas masyarakat suku Sasak yang masih lestari hingga saat ini.

Selain tak lekang zaman tradisi main gasing ini merupakan cara suku Sasak di Lombok mengekspresikan seni sekaligus berolahraga murah dalam rangka melestarikan tradisi leluhur.

Di bulan puasa seperti saat ini permainan gasing menjadi kegiatan rutin sekaligus sarana hiburan warga yang digelar pada sore hari sambil menunggu bedug berbuka puasa.

Seperti di desa Masbagik Kabupaten Lombok Timur ini misalnya, adu gasing yang digelar di pojok jalan protokol menjadi tontotan menarik warga saat berpuasa karena dilaksanakan pada sore hari pada waktu ngabuburit menunggu saat berbuka puasa.

“Ini tradisi leluhur patut dilestarikan, asyiknya main gasing itu sama dengan orang yang hobi mancing, sulit dikatakan,” tutur Marwan  salah seorang warga kepada Suara Lombok saat ditemui di arena main gasing.


Marwan juga menjelaskan meski terlihat mudah, namun permainan gasing juga memerlukan skill dan keahlian khusus agar tidak beresiko, terutama soal teknik memutar gasing dengan diameter lingkaran berukuran besar antara 25 hingga 30 centimeter, dengan lapisan besi di permukaannya.

“Harus tahu dulu teknik dan caranya, agar bisa memutar maksimal, gasingnya berat juga karena ada material besi juga, kayunya juga pake jati ato mahoni soalnya ini,” lanjut Marwan.

Selain menyalurkan hobi bagi warga yang lain, ajang itu dijadikan sarana untuk bersilaturrahmi menambah teman dan sahabat dari berbagai daerah, karena pesertanya bisa berasal dari mana saja.

“Kalau saya dengan maen gasing saya bisa tambah teman, silaturrahmi juga dengan teman teman yang jarang bertemu Karen rutinitas, saya datang jauh jauh sekalian untuk menunggu waktu buka puasa juga, “ ungkap Muhrim yang mengaku datang dari Lombok Tengah hanya untuk turut bermain gasing sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Meski harus bersaing dengan ragam permainan modern dan minimnya minat generasi muda menggeluti permainan tradisional yang belakangan justru ditinggalkan, tradisi bermain gasing warga Lombok sudah semestinya menjadi perhatian pihak terkait, sebagai bagian dari salah satu hasanah tradisi budaya lokal di Bumi seribu Masjid (NTB_Red) yang harus dilestarikan dan dijaga sebagai warisan leluhur. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.