Piye

Lebaran 1438 H, Koruptor Dipastikan Tidak Dapat Remisi

Tahun ini Koruptor Dipastikan Tidak Dapat Remisi
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Kepala Rutan Kelas II B Praya, Lalu Jumadi memastikan tahun ini koruptor tidak akan mendapat remisi Lebaran 1438 H dari pemerintah.

Ia menjelaskan, sejumlah koruptor yang berada di rutan kelas II B Praya belum dikatakan layak mendapat remisi baik remisi 15 hari, satu bulan hingga satu bulan setengah.

“Syarat mendapat remisi untuk kasus tipikor ini harus membayar denda, tapi warga binaan kami yang kasus ini belum ada yang bayar denda,” jelasnya pada awak media.

Jumlah napi dengan kasus korupsi di Rutan Praya saat ini berjumlah enam orang. Termasuk tiga orang yang merupakan titipan rutan Mataram.

Lebih jauh dijelaskan, tahun ini pihaknya mengusulkan sebanyak 136 orang untuk diberikan remisi oleh pemerintah. Pengusulan sendiri kepada Kemenkumham melalui Kantor Wilayah Kemenkumham NTB.

“Kasusnya bervariasi, termasuk narkoba,” jelasnya.

Dijelaskan, pengusulan sudah dilakukan pihaknya dan saat ini sedang menunggu SK remisi dikeluarkan oleh Kemenkumham. Kemungkinan, lanjut dia, SK ini akan diterima pihak Lapas Praya pada H-2, untuk kemudian diumumkan kepada warga binaan pada saat hari raya Idul Fitri
1438 H.

“Kita harap semua yang kita usulkan bisa diloloskan oleh Kementerian,” harapnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.