Piye

Bulog Kembali Salurkan Rastra Rusak

Bulog Kembali Salurkan Rastra Rusak
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Rastra tidak layak konsumsi kembali disalurkan Bulog. Kali ini kembali ditemukan di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Loteng dengan jumlah belasan ton.

Kades Puyung, L Edith Rahadian melalui sejumlah Kadus mengatakan, Pemdes dengan tegas menolak rastra yang diberikan Bulog untuk masyarakat Puyung kali ini.

“Ini sudah sangat keterlaluan, kami semua sepakat menolak,” tegas Kadus Otak Desa, Desa Puyung, Sahri.

Parahnya, pihak Bulog menyatakan jika beras itu dikembalikan maka akan sulit mendapat beras yang lebih baik lagi karena seluruh beras yang berada di gudang berkualitas sama.

“Itu pernyataan orang Bulog namanya kalau tidak salah M (sebut nama-Red), tapi kami tidak mau tau, tetap kami kembalikan,” sambung Kadus Bunsumpak, H. Ramdan.

Sementara itu, Kadus Dasan Ketujur, Suradi mengungkapkan jika penyaluran rastra tidak layak konsumsi ini bukan kali pertama terjadi. Pada penyaluran sebelumnya dengan kapasitas yang sama, rastra tidak layak konsumsi juga disalurkan oleh Bulog.

“Tapi waktu itu kami sepakat untuk menerima saja karena kami mencoba memahami kalau beras itu sudah disimpan sejak akhir Desember oleh Bulog,” ujarnya.

Kadus Bangket Tengak, Maharudin menimpali, selain kualitas yang kurang bagus, jumlah rastra yang disalurkan juga terkadang berkurang dari jumlah seharusnya yang diterima Pemdes. Kekurangannya ada yang mencapai 13 kg per sekali penyaluran di setiap Kekadusan.

Ditanya tentang hal ini, dia mengatakan jika Pemdes bersama Kekadusan melihat adanya kebocoran di karung yang tidak normal.

“Baru kita tahu kurang setelah RT bagikan ke masyarakat, jadi seolah-olah memang beras itu tidak kami terima dalam keadaan utuh,” curiganya.

Sementara Suparne selaku Kadus Mosok Desa Puyung membeberkan jika ia sempat ditegur oleh pihak Dinsos karena pada periode sebelumnya menerima rastra dengan kualitas buruk semacam itu.

Dibeberkan Suparne, pihak Dinsos menyalahkannya karena harga yang dibayar oleh Dinsos ke Bulog tidak berbanding lurus dengan kualitas rastra yang diterima masyarakat.

“Katanya pusat (Dinsos Loteng-Red), mereka bayar ke Bulog itu serharga Rp. 9 ribu per kilogram untuk subsidinya,” ungkapnya menirukan pernyataan pihak Dinsos Loteng.

Ia mengatakan, masyarakat Puyung tetap akan menolak rastra tidak layak konsumsi dan mengembalikannya ke Bulog sampai ada rastra yang memang layak konsumsi yang disalurkan ke masyarakat.

“Kami tidak mau jadi bulan-bulanan masyarakat juga,” tandasnya. (03)


Baca juga :
Kualitas Rastra Dikeluhkan, Bulog NTB Minta Maaf 
Bulog NTB Komit Perbaiki Kualitas Beras 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.