Piye

Alasan Zakat, Gaji 14 PNS Disunat

Alasan Zakat, Gaji 14 PNS Disunat
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Sejumlah PNS lingkup Pemkab Lombok Timur memprotes kebijakan Pemkab atas pemotongan gaji ke-14.

Pemotongan sendiri berkedok untuk zakat profesi sebesar 2,5 persen yang diberlakukan Bupati Lotim, HM. Ali BD.

Parahnya, menurut informasi yang diserap, pemotongan itu dilakukan secara sepihak tanpa meminta persetujuan dari PNS yang bersangkutan terlebih dahulu.

"Bagimana tidak jengkel masak gaji tiap bulan sudah di potong untuk zakat 2,5 Persen, sekarang gaji 14 terus informasinya gaji 13 juga bakal sama," keluh salah satu perwakilan PNS di Lotim kepada Suara Lombok yang enggan ditulis namanya.

Ditambahkan, jika mengacu pada keputusan presiden mengenai pemberian gaji 13 dan 14 bagi PNS, tidak boleh dilakukan pemotongan apapun dengan alasan apapun juga.

Hanya saja, kenyataan di lapangan, Pemkab Lotim justru melakukan pemotongan dengan alasan zakat profesi.

"Ini memberatkan bagi kami," sambungnya.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, Ahmad Subhan saat dikonfirmasi membenarkan kalau adanya pemotongan gaji ke-14 yang diterima semua PNS di Lotim untuk zakat profesi.

Ia juga mengakui jika hal itu sesuai instruksi Bupati Lotim, HM. Ali BD dengan cara pemotongan dilakukan langsung para bendahara keuangan yang ada di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Memang betul gaji ke-14 PNS dilakukan pemotongan untuk zakat profesi, karena itu merupakan kewajiban dari umat islam untuk mengeluarkan zakat," tegas Subhan.

Sebelumnya, Ketua Bazda Lotim, H. Rawitah mengatakan sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan pemerintah daerah kalau PNS dihimbau untuk mengeluarkan zakat kalau sudah terpenuhi nasabnya, begitu juga dengan infak dan sadaqoh.

"Mengenai masalah pengeluaran zakat itu kembali kepada masing-masing individu dengan tidak ada penekanan, karena sudah diatur dalam tuntutan agama Islam," tegas Rawitah sebelumnya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.