Piye

Warga Sengkurik Minta PT Sadhana Keluar

Warga Sengkurik Minta PT Sadhana Keluar
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Puluhan warga Kampung Sengkurik Dusun Padak Goar Desa Padak Goar Kecamatan Sambelia meminta agar pihak PT. Sadhana Arifnusa keluar dari kawasan hutan Sengkurik, Dimana warga yang tergabung dalam Konspederasi Serikat Pekerja Nasional (KPSPN) NTB melakukan aksi di pintu gerbang masuk lokasi Hutan Tanaman industri (HTI) Sambelia, Selasa (02/5).

Koordinator Aksi, H Lalu Iswan Muliadi dalam orasinya meminta agar pihak PT Sadhana Arifnusa keluar dari kawasan hutan Sengkurik, karena aktivitas PT tersebut dianggap meresahkan warga yang selama ini mencari hidup dari hasil pengelolaan kawasan hutan tersebut.

"Kalau PT Sadhana Arifnusa tetap melakukan aktivitas maka jangan salahkan warga kalau nantinya melakukan pengusiran terhadap perusahaan tersebut," tegasnya.

Menurutnya kawasan hutan Sengkurik tersebut tidak termasuk dalam lahan HTI yang dikelola PT Sadhana Arifnusa, Hal ini dikuatkan dengan peta atau denah kawasan hutan yang selama ini dikelola warga, kemudian diklaim PT Sadhana merupakan bagian dari lahan program HTI.

Sementara setelah dirinya bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat Padak Goar saat berangkat ke Jakarta menghadap kepada pihak Kementerian Kehutanan, Dengan jelas kalau hutan Sengkurik tidak masuk kawasan HTI sehingga inilah yang harus di pahami pihak PT Sadhana.

"Yang jelas secara hukum wilayah Sengkurik bukan bagian dari HTI, dengan meminta kepada pihak PT Sadhana untuk jangan memaksakan kehendak mengelola kawasan tersebut,karena kalau tidak diindahkan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke Mabes Polri," kata Iswan Muliadi.

Hal yang sama dikatakan Kadus Padak Goar, Ahlan menegaskan, Memang betul kawasan Sengkurik tidak masuk dalam kawasan HTI yang dikelola PT Sadhana Arifnusa, melainkan lokasi itu merupakan lahan Gerhan yang masyarakat diperbolehkan untuk mengelolanya tanpa batas waktu yang ada.

"Hutan Sengkurik tersebut jaraknya dengan lokasi HTI sepanjang 1 kilometer dengan dibatasi masjid, sehingga kalau PT Sadhana mengklaim itu salah besar dan sudah melaporkan ke pihak kementerian," tandas  Ahlan.

Setelah puas menyampaikan orasi kemudian massa mengakhiri dengan penyampain pernyataan sikap, untuk kemudian membubarkan diri dengan berjanji akan melakukan aksi kembali kalau pihak perusahaan itu tetap saja melakukan aktivitas.

Sementara ditempat terpisah salah seorang pengelola HTI, Lalu Wirentanus saat dikonfirmasi mengenai apa yang menjadi tuntutan warga tidak berani memberikan jawaban, karena takut salah memberikan penjelasan nantinya.

"Silahkan saja langsung datang ke kantor PT Sadhana Arifnusa agar masalahnya menjadi jelas, sedangkan dirinya tidak berani karena sudah perintah pimpinan," tegas Wirentanus. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.