Piye

Wagub : Surplus Jagung harus Sejahterakan Rakyat NTB

Wagub : Surplus Jagung harus Sejahterakan Rakyat NTB
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Sebagai kawasan agraris, provinsi NTB adalah daerah yang sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian. Predikat NTB sebagai lumbung pangan dan ditetapkan sebagai salah satu daerah pendukung kedaulatan pangan nasional menjadi kebanggan yang harusnya tetap dijaga.

Bahkan tak hanya dikenal sebagai sentra penghasil beras nasional dari tujuh daerah yang menjadi sentra di Indonesia, NTB juga dikenal sebagai daerah penghasil komoditas jagung.

Demikian disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI  Komaruddin Simanjuntak, pada acara Panen Raya Padi dan Serapan Gabah di Dusun Tatar, Desa Nyiur Lembang Narmada, Lombok Barat, Selasa (9/5).

TNI memiliki komitmen besar untuk mewujudkan Indonesia yang berkedaulatan pangan. Hal itu telah dibuktikan dengan kerja keras TNI yang menghentikan impor beras selama dua tahun ini.

“Kami diberikan waktu selama lima tahun, namun Alhamdulillah berkat kerjasama Pemerintah dan TNI bersama Petani yang solid, baru dua tahun berjalan TNI sudah berhasil swasembada pangan, hal itu dibuktikan dengan tidak ada lagi impor beras dari negara lain,” ujarnya.

Pangdam IX/Udayana berpesan, untuk membantu para petani maka TNI melalui Babinsa akan selalu hadir ditengah masyarakat untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan. Para petani pun diminta proaktif bekerjasama sekaligus bisa menjadi intel TNI, jika ada oknum atau ada pihak-pihak yang melakukan penyelewengan di lapangan. “Jangan segan-segan untuk melapor,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si yang hadir dalam panen raya mengatakan, pada tahun 2017 ini, NTB ditargetkan mampu memperluas areal tanam jagung hingga 400 ribu hektar dengan perkiraan total produksi sebesar 2,5 juta ton. Pemerintah pun optimis target tersebut bisa tercapai dan memberikan dampak yang baik bagi peningkatan kesejahteraan petani. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.