Piye

Usai Laksanakan RAPIM II, ASN Lobar Lakukan Tes Urine

Usai Laksanakan RAPIM II, ASN Lobar Lakukan Tes Urine
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Ada yang berbeda dari Rapat-Rapat Pimpinan Tingkat II di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar). Di antara agenda RAPIM II, Senin (8/5) salah satunya adalah sosialisasi pemberantasan penyalahgunaan peredaran narkoba dan tes urine oleh BNN Provinsi NTB.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama Sekda Lobar dan 175 pejabat Lingkup Pemerintah Daerah Lobar secara bergiliran diambil sempel urine oleh pihak BNNP NTB. Dalam Kegiatan tersebut tak ada satu pejabat pun yang menolak saat dimintai sempel urinennya.

Sebelum dilakukan tes urine, Kepala BNNP NTB Brigjen Pol. Drs Sukiston dalam arahan singkatnya mengatakan, Sebelumnya kita telah melakukan penandatangan MOU dengan Bupati Lobar.

"Menikdaklanjuti hal tersebut, kita lakukan tes urine dan  hasil tes urine ini akan diserahkan kepada Bupati Lobar, " unkapnya.

Pihak BNNP NTB selanjutnya memberikan formulir pengisian data  dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel urine. Kabid  Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB Anggraini Ninik Murniati, menerangkan tes urine ini adalah bentuk komitmen dari Pemkab Lobar dalam memberantas penyalah gunaan narkoba. Rencannya  tes urine ini akan dilakukan berkala.

“Sesuai amanat Kemendagri, sebagai bentuk pencegahan seluruh Aparatur Sipil Negara(ASN) wajib melakukan tes urine," terangnya.

Seluruh  SKPD dan pejabat akan diperiksa tanpa terkecuali, karena seluruh pejabat adalah public figure dan menjadi atensi oleh BNNP.

"Sudah ada intsruksi langsung Bupati Lobar H. Fauzan Khalid waktu itu, meminta pegawai melapor secara sukarela jika sudah terlanjur menggunakan narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu Sekda Lombok Barat H Moch Taufiq mengaku, tes urine ini sengaja dilakukan tanpa adanya pemberitahuan kepada pejabat lingkup Lobar. Pihaknya ingin memastikan dan mengetahui bahwa jajarannya bebas dari penyalahgunaan obat terlarang itu.

"Yang belum akan diperiksa lagi,” katanya.

Ia pun berharap hasil tes urine ini tidak menyatakan ada pejabat yang positif mengkonsumsi narkoba. Namun jika nantinya ada yang terbukti mengkonsumsi, akan ada tindakan penyembuhan yang diberikan, termasuk meminta klarifikasi yang bersangkutan.

“kita minta klarifikasi yang bersangkutan,” tandasnnya.

Setelah pengambilan sempel urine ini, pemeriksaan akan di lakukan selama tiga hari ke depan. Pemeriksaan ini pun tanpa adanya unsur paksaan kepada para pejabat tersebut. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.