Piye

TGB : Nilai Spiritual dalam Kepemimpinan Itu Keharusan

TGB : Nilai Spiritual dalam Kepemimpinan Itu Keharusan
SuaraLombok.com | Mataram - menghakhiri jadwal lawatan dan safari dakwahnya di Provinsi Jateng dan DIY, Gubernur NTB T.G.H. M. Zainul Majdi  Minggu (14/5) menggelar silaturrahmi dengan pihak Civitas Akademika Universitas Tidar Magelang dan juga menyempatkan diri untuk memberikan tausiah (ceramah_Red) tengan konsep spiritualitas dalam kepemimpinan.

Dalam tausiahnya dihadapan Rektor dan seluruh komponen Civitas Akademika, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama TGB menjelaskan tentang konsep spiritualitas yang bermuara pada dua hal penting, yakni pada sisi konsep kepemimpinan sebagai amanah dari Allah dan Kepemimpinan ditinjau dari nilai yang terkandung di dalamnya.

Gubernur penghafal Al-Qur’an ini meyakinkan bahwa pada dasarnya kepemimpinan itu merupakan amanah sepenuhnya dari Yang maha Kuasa, namun di dalamnya harus dikombinasikan dengan upaya atau ikhtiar manusia.

Sedangkan dari sisi nilai, TGB menjelaskan bahwa spiritualitas dalam kepemimpinan mengacu kepada seperangkat nilai untuk menjadi pedoman seorang pemimpin dalam menjalankan fungsi kepemimpinan. Nilai utama dalam Islam adalah Allah menciptakan nilai keadilan jauh sebelum penciptaan langit dan bumi. "Itulah spiritualitas yang tinggi, menyadari keadilan adalah pesan Tuhan," papar TGB.

Lebih jauh Doktor lulusan Universitas Al-Azhar ini juga mengutip penjelasan ulama Ibnu Taimiyah terkait sulitnya masyarakat Islam maju dikarenakan diabaikannya nilai nilai keadilan dalam kepemimpinannya, yang seharusnya menurut hemat TGB adalah ruh penting dalam sebuah kepemimpinan dalam tuntunan agama Islam.

Spiritualitas dalam kebijakan diwujudkan tidak hanya dalam tataran peraturan normal prosedural, tapi juga perlu adanya nilai substansi dan keberpihakan. "Perlu ada keberpihakan kepada orang-orang yang memang memerlukan keberpihakan," tandas TGB.

Secara Global Ulama ternama asal NTB ini juga menegaskan bahwa nilai spiritualitas dalam kepemimpinan dapat digunakan oleh siapapun dan dengan latar belakang apapun. "Menegakkan keadilan dan memberikan pembelaan nyata kepada orang yang memang harus dibela, itu bisa dilakukan oleh siapapun," pungkasnya. (02/ hms)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.