Piye

TGB : Mari Berwisata Halal Ramadhan di Lombok

TGB : Mari Berwisata Halal Ramadhan di Lombok
SuaraLombok.com | Mataram - Gubernur NTB. TGH. M. Zainul Majdi kembali menegaskan komitmen dan barometer NTB sebagai Kawasan Destinasi Wisata yang berkiblat pada Konsep Wisata Halal dunia sebagai segmen dan branding baru dalam pariwisata NTB. Hal tersebut disampaikan saat peluncuran Pesona Khazanah Ramadhan di Balairung Susilo Sudarman Gedung Sapta Jakarta, Kamis (4/5).

Dihadapan Menteri  Pariwisata Arief Yahya, yang juga turut dihadiri sejumlah pejabat lainnya Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata mancanegara, I Gede Pitana, dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata halal, Sofyan Riyanto, dan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi, Gubernur menilai yang tidak kalah penting dilakukan, bagaimana halal tourism pada akhirnya bisa memberi pengalaman spiritual. Para pelancong, yang berwisata di Lombok, di Bumi Seribu Mesjid dapat merasakan seribu nikmat  seperti orang yang tarawih di Masjidil Haram dan Nabawi, tutur Gubernur.

Untuk itu dalam pesona khazanah ramadhan di Bumi Seribu Mesjid tahun ini, Gubernur akan mengundang empat iman besar dari Suriah, Libanon, Maroko, Mesir masing-masing satu minggu bisa menjadi imam. Ini menurutnya akan menghadirkan suasana yang beda. Sehingga ramadhan betul kita kembali pada intinya membersihkan jiwa, tegasnya.

“Segmen yang konvensional tetap berjalan, kemudian  kita  ciptakan segmen baru halal tourism”, ujar  Gubernur. Seraya menegaskan untuk megembangkan wisata halal tersebut, berbagai fasilitas pendukung terus dikembangkannya.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan selama ini sudah ada langkah yang dilakukannya. Seperti mensertifikasi hotel dan restoran, produk konsumtif berupa makanan dan minuman sertifikasi halal yang difasilitasi pemda. Kemudian pramuwisata dibekali wawasan ke-Islam-an yang utuh, juga memperbanyak para pramuwisata yang fasih berbahasa ara dan bahasa asing lainnya.

“Destinasi kita benahi agar turis muslim lebih nyaman. Kalau kita selama ini sudah lakukan langkah itu maka tidak boleh berhenti di situ, harus ada upaya kreatif harus,” ungkapnya.

Karenanya, Gubernur secara khusus berharap dengan pesona ini seluruh aktivitas ekonomi di NTB khususnya Kota Mataram, Lombok itu bisa digerakkan. Dengan  adanya Pesona Khazanah Ramadhan, kegiatan ekonomi yang selama ini identik low season pada industri hotel misalnya. Kita coba mengubahnya. Kalau di tanah suci biasanya disebut peak season saat ramadhan.

Nantinya ke depan muspida akan mencoba mencoba juga menciptakan ramadhan sebagai kesempatan bagaimana wisata itu bergerak dan bergairah dan wisata yang sesuai karakteristik bulan ramadhan. Pada akhirnya ramadhan dikenang sebagai bulan penuh gerak, inovasi, dan baik untuk kita sebagai bangsa. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.