Piye

Teluk Waru Memanas, Proyek Pelindo Dipending Paksa

Teluk Waru Memanas, Proyek Pelindo Dipending Paksa
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Sikap Pelindo III dalam proyek peti kemas kembali memicu amarah warga Teluk Waru. Puncaknya, pada Minggu (28/5), ratusan warga menghadang dam truk pembawa material tanah urug di depan area penimbunan pelabuhan Gili Mas.

"Sudah tidak mau bayar tanah kami, sekarang keluarga kami tidak dikasih cari makan di sini," ungkap korlap aksi, Muhsan.

Lebih khusus, warga menumpahkan kekesalan kepada PT. Candra sebagai salah satu perusahaan yang bertugas dalam pengerukan tanah. Sebab, perusahaan ini tidak melibatkan warga sama sekali dalam proses pekerjaannya.

"Kami lebih berhak bekerja disini ketimbang orang luar yang dipekerjakan perusahaan ini," tambahnya geram.

Lebih jauh, masyarakat menduga ada konspirasi yang dilakukan perusahaan dengan BUMDes setempat. Pasalnya, dari data dan informasi yang ada, justru BUMDes setempat yang menyiapkan perusahaan ini tenaga kerja dan sekaligus sebagai pihak yang membayar gaji pekerja.

"Kami tuntut Pelindo dan PP mencabut kesepakatan tentang pungutan dari BUMDes dan Kopdes, ini merugikan warga," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih melakukan penghadangan di area proyek. Sementara pihak PT. Pelindo III, PT. Candra dan PP, BUMDes dan Kopdes masih belum memberikan keterangan resmi. (04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.