Piye

Tak Beli Beras Petani Dandim ‘Semprot’ Kepala Bulog Lotim

Tak Beli Beras Petani Dandim ‘Semprot’ Kepala Bulog Lotim
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lotim, Letkol. Inf. H. Musthofa menyemprot dan memarahi Kepala Divire Bulog Lotim, Slamet Hariyanto bersama anaknya buahnya gudang Bulog Sikur, Rabu (17/5). Pasalnya Dandim 1615 Lotim kecewa dengan sikap Bulog yang enggan membeli beras milik mitra Bulog yang dibawa ke gudang. Sementara TNI memiliki kewajiban untuk membantu petani agar hasil produksi panen bisa terserap oleh pihak Bulog.

Bahkan tidak itu saja Dandim 1615 Lotim sempat bersitegang dengan Kadivire Bulog Lotim saat adu argument mengenai masalah pembelian beras dari mitra oleh pihak Bulog. "Kenapa pihak Bulog tidak mau membeli beras yang dibawa perusahaan mitranya, karena seharusnya kewajiban Bulog untuk membeli tanpa adanya alasan lagi," tegas Dandim 1615 Lotim, Letkol.Inf.M.Musthofa saat memarahi Kadivire Bulog Lotim.

Baca juga : 120 Ton Beras Milik Petani Ditolak Bulog Lotim

Menurutnya ketentuan membeli hasil panen milik petani oleh Bulog sudah ada ketentuannya dan telah diatur dengan jelas, sehingga harus dijalankan oleh pihak Bulog. Sementara sebelumnya dalam pembelian yang dilakukan pihak Bulog tidak ada yang ditolak, akan tapi kenapa sekarang ini banyak yang ditolak, bahkan yang lebih parah lagi justru pihak Bulog dianggap mempersulit mitranya untuk membeli beras yang dibeli dari petani.

"Saya melihat ada yang tidak beres dalam pembelian yang dilakukan pihak bulog sehingga terjadinya penolakan pembelian," kata Musthofa.

Kepala Divire Bulog Lotim, Slamet Hariyanto menanggapi apa yang disampaikan Dandim 1615 Lotim menegaskan pada dasarnya pihak Bulog tidak pernah melakukan penolakan pembelian beras milik mitranya sepanjang memenuhi ketentuan dan aturan main yang ada.

Begitu juga dengan adanya surat edaran dari Bulog pusat tentang penyaluran beras raskin sampai bulan Juli 2017 ini. Sehingga tentunya akan memiliki konsekuensi terhadap menumpuknya beras di gudang Bulog. Bulog beralasan menolak karena ingin menghabiskan stok beras di gudang karena takut busuk terlalu banyak disimpan.

"Yang perlu dipahami oleh mitra adalah kualitas beras yang dibawa harus standar dengan Bulog, kalau tidak maka dengan berat hati akan mengembalikan ke pemiliknya," tegas Slamet Hariyanto. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.