Piye

Sangkep Beleq Sarana Jaga Kearifan Lokal Dibuka Wagub

Sangkep Beleq Sarana Jaga Kearifan Lokal Dibuka Wagub
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Wagub NTB, H. Muh Amin, SH., M.Si membuka Sangkep Beleq ke IV Majelis Adat Sasak di Sembalun Lombok Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan reguler setiap tahunnya ini merupakan tradisi untuk terus menjaga dan merawat nilai nilai kearifan lokal guna merekatkan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

"Di forum ini dibahas berbagai isu pembangunan terkini dan pandangan kearifan lokal mengatasi permasalahan, terutama di NTB," ungkap Wagub saat memberikan sambutannya.

Lebih jauh, Amin menyampaikan jika Sembalun dipilih saat ini sebagai lokasi Sangkep karena beberapa faktor. Antara lain, wilayah ini dinilai mampu melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi kearifan lokal, sehingga berhasil meraih prestasi dunia sebagai the best honeymoon halal tourist destination.

Amin juga menyampaikan pesan pemerintah kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat untuk merawat kearifan budaya daerah demi kekuatan dan keutuhan NKRI.

Ia menegaskan bahwa Pancasila telah menjadi komitmen bangsa kita sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita patut bersyukur dengan dasar negara kita, negara menghormati dan mengedepankan pengamalan ajaran tiap-tiap agama sehingga semuanya dapat menjalankan ibadah dengan tenang," ungkap Amin.

Untuk itu, Wagub mengajak Para Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat untuk terus membimbing, mengarahkan dan mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh dengan paham-paham radikal, paham- paham dari luar yang bukan jati diri bangsa Indonesia. "Untuk membangun kita perlu stabilitas keamanan, politik dan ekonomi," tandas wagub.

Sementara itu, H.L Mujitahid selaku pemucuk (Sesepuh Majelis Adat Sasak-Red) mengharapkan agar sangkep beleq ini bisa melahirkan suatu terobosan tentang pemberdayaan masyarakat adat Sasak berbasis masjid.

"Perlu ada terobosan-terobosan inovatif untuk menjadikan masjid selain sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat aktifitas ekonomi," terang mantan Bupati Lombok Barat itu.

Sementara ketua harian adat Sasak, L. Bayu Widia dalam laporannya lebih menekankan pada dasar pemilihan lokasi. Dipilihnya Sembalun sebagai tempat penyelenggaraan Sangkep Beleq sebagai hadiah karena Sembalun terpilih sebagai tempat berbulan madu terbaik best halal honeymoon destination. Selain itu Sembalun berhasil menjaga, merawat adat istiadat tetap lestari.

"Ini hadiah yang pemerintah berikan karena telah mengangkat harkat dan martabat daerah di kancah Internasional," bebernya.

Hadir dalam acara tersebut selain tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan juga pelaku usaha wisata dari luar NTB. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.