Piye

Rinjani Air Terjatuh, 48 Orang Meninggal Dunia

Rinjani Air Terjatuh, 48 Orang Meninggal Dunia
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Pesawat Rinjani Air, tipe Airbus 320-200 PK-LIA dengan nomor penerbangan LOP091 dari Kuala Lumpur menuju Praya, Lombok Tengah jatuh menabrak pagar perimeter utara Runway 31 Bandara Internasional Lombok (LIA) Praya, Kamis (18/5).

Informasi yang didapat, pesawat tersebut melewati titik pendaratan karena kecepatan angin yang tinggi. Melihat hal tersebut, pilot memutuskan untuk membatalkan pendaratan. Akan tetapi, ketika hendak meningkatkan kecepatan, tiba-tiba saja mesin nomor 1 (sebelah kiri) Rinjani Air mati sehingga mengakibatkan pesawat oleng ke kiri dan jatuh menabrak pagar perimeter, tepatnya pada gridmap D15 di LIA.

Dari investigasi, diketahui bahwa pesawat tersebut diketahui mengangkut 137 orang penumpang dan 7 orang kru pesawat, dengan rincian 48 orang meninggal, 27 orang luka berat, dan 32 orang luka ringan. Melihat kejadian tersebut, petugas Air Traffic Control (ATC) segera menyalakan crash bell dan menginformasikan petugas watchroom.

General Manager Bandara Internasional Lombok Praya segera mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC). Petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) langsung menuju lokasi kecelakaan, memadamkan api, dan mengevakuasi korban.

Unit Customer Service melakukan penanganan penumpang di lokasi greeters-meeters. Dalam waktu bersamaan, Unit Humas melakukan persiapan Konferensi Pers mengenai kejadian darurat dimaksud. Seluruh tindakan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang tertuang di dalam Airport Emergency Plan (AEP) Bandara Internasional Lombok Praya.

Kejadian tersebut merupakan bagian dari skenario Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-91 yang dilaksanakan di Bandara Internasional Lombok Praya.

Latihan ini melibatkan sedikitnya 700 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari PT Angkasa Pura I (Persero), TNI AU Lanud Rembiga, Perum LPPNPI Cabang Pratama Lombok, TNI AD Kodim W/1620 Lombok Tengah, Polda NTB, Polres Lombok Tengah,

Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram, Kantor Imigrasi Mataram, Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Type 3 A Mataram, Balai Karantina Ikan Kelas II Mataram, Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram, Stasiun Meteorologi dan Geofisika BIL, Badan Penanggulangan Bencana Daeah Loteng, PMI Lombok Tengah serta beberapa rumah sakit dan Puskesmas di sekitar Bandara Internasional Lombok Praya.

Latihan PKD Dirja ke-91 ini terdiri dari full scale exercise (latihan yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat terbang), aviation security exercise (latihan terkait penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan), fire building exercise (latihan terkait penanganan kebakaran gedung), dan pushback car incident (latihan terkait kebakaran pushback car di apron).

Dalam keempat latihan tersebut, waktu respon unit ARFF tidak boleh lebih dari 3 menit, sebagaimana tercantum dalam peraturan internasional dan nasional tentang Airport Emergency Plan (AEP). Disamping penanganan pada saat kejadian, dalam PKD Dirja ke-91 ini juga dilakukan latihan penanganan pasca kejadian meliputi penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi Greeters Meeters serta penanganan terhadap media melalui simulasi kegiatan Media Handling.

“Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat ini merupakan komitmen Angkasa Pura I dalam menerapkan grand policy pemerintah yaitu Roadmap to Zero Accident. Tujuan dari program tersebut adalah terselenggaranya pelayanan yang andal dengan mengutamakan faktor 3S + 1C, yaitu Safety, Security, Services dan Compliance,” terang Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro.

“Latihan ini merupakan salah satu bentuk antisipasi untuk membuat Angkasa Pura I selalu dalam keadaan  siap, baik secara sumber daya manusia maupun fasilitas,” lanjut Danang.

Rencananya, di tahun 2017 ini, latihan serupa juga akan digelar di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dan Bandara Pattimura Ambon. (09)

6 komentar:

  1. Judul beritanya terlalu bombastis

    BalasHapus
  2. Pembuatan Judul beritanya tidak tepat. Jangan niru TV dengan permulaan berita menegangkan tapi di List judulnya tidak seperti itu. Mohon belajar lagi. Saya yang bagi Link nya di sumpah serapahin Ummat. Maaf dan Terimakasih

    BalasHapus
  3. Judulnya keren,,,membuat orang penasaran......
    Yang penting bukan hoax

    BalasHapus
  4. dari judulnya aja udah hoax,,, soalnya gak pernah ada kejadian sperti itu hahahhaaa

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.