Piye

Produksi Gabah di KLU Masih Aman

Produksi Gabah di KLU Masih Aman
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Meski terus dihadapkan pada kondisi iklim cuaca yang tidak bersahabat yang dikhawatirkan akan berimbas pada produksi pangan di daerah, namun hingga kini stok pangan di Kabupaten Lombok Utara dinyatakan masih aman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian KLU Ir. H. Melta kepada Suara Lombok, Selasa (9/5). "Meski terjadi penurunan tingkat produksi padi, namun tidak terlalu signifikan, yaitu sekitar 6,7 ton. Tingkat produksi bisa dikatakan masih di atas rata-rata target produksi NTB" ungkapnya,

Penurunan hasil produksi tersebut diklaim Melta sebagiannya karena faktor cuaca, namun juga ada penyebab lain yakni serangan hama yang menyebabkan produksi pangan petani menurun.

"Sebetulnya, adanya penurunan tingkat produksi itu tak hanya karena faktor cuaca saja, tapi bisa juga disebabkan serangan hama atau akibat benih yang kurang penyemaian saat musim tanam," lanjutnya.

Dengan kondisi saat ini, lanjut Melta, secara produktivitas tidak terjadi degradasi signifikan. Artinya, produksi padi masih relatif stabil, tidak sampai mengganggu tingkat produktivitas para petani.

Terkait hal ini Pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sudah mengimbau para petani untuk mengantisipasi potensi terjadinya ancaman kekeringan. Utamanya ancaman di lahan-lahan persawahan yang membutuhkan banyak pasokan air.

"Kami sudah menyarankan kepada para petani untuk tidak menanam komoditas yang membutuhkan air banyak saat musim kemarau saat ini. Kalaupun ada petani yang sudah menanam, kami ingatkan agar melakukan pemompaan di air permukaan," tambahnya.

Sosialisasi aktif diakui Melta terus dilakukan  untuk memberikan suport positif menghadapi fenomena iklim yang terjadi belakangan ini dengan memberikan pengarahan kepada kelompok tani yang ada di wilayahnya.

"Antisipasi tentunya kami lakukan karena musim kemarau itu kan seperti rutin terjadi setiap tahun. Dengan adanya upaya sosialisasi itu makan timbul sinergitas dalam melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan kekeringan," pungkasnya. (08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.