Piye

Polres Lobar Gagalkan Peredaran Belasan Ribu Rokok Ilegal

Polres Lobar Gagalkan Peredaran Belasan Ribu Rokok Ilegal
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Peredaran Rokok Ilegal atau rokok tanpa pita bea cukai kian marak terjadi Lombok Barat (Lobar), berdasarkan hasil temuan dibeberapa warung di Perkotaan dan Pedesaan di Lobar tersebut, Anggota Reskrim Polres Lobar bersama Anggota Polsek KP3 Lembar berhasil menggagalkan peredaran belasan ribu rokok ilegal tanpa pita bea cukai tersebut di pelabuhan Lembar,

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP. Joko Tamtomo dalam jumpa persnya menyampaikan, kronologis penangkapan yang bermula dari operasi di pelabuhan Lembar yang dilakukan Anggota Reskrim Polres Lobar bersama Anggota Polsek KP3 Pelabuhan Lembar Senin, (15/05) pukul 23: 30, melakukan Operasi di pelabuhan penyebrangan Lembar, Dimana pemeriksaan langsung dilakukan ke sebuah unit mobil Box yang baru turun dari kapal fery yang dicurigai, pemeriksaan yang dilakukan anggotanya ternyata tidak sia – sia, Karena dalam mobil box tersebut kami menemukan belasan ribu bungkus rokok dengan dua merek yang tidak dilekati pita Bea Cukai

“Kami berhasil menemukan rokok tanpa dilekati pita Bea Cukai sebanyak 18.400 bungkus, dengan rincian, Rokok yang bermerek MAXX sebanyak 10 kardus yang berisikan 8000 Bungkus dan PANAMA 2 kardus yang berisikan 2400 Bungkus.” Ungkap Joko Selasa (16/05).

Lanjutnya, untuk mengetahui lebih jauh, BB bersama Sopir exspidisi DE 61 tahun dibawa ke Polres Lobar untuk dimintai keterangan, adapun setelah mendapatkan keterangan, diketahui belasan ribu rokok tersebut dikirim dari Malang Jawa Timur dengan tujuan pengirimin S yang beralamat di Kota Mataram NTB dan dikirim melalui jasa exspidisi. yang dimana rokok tersebut akan diedarkan di wilayah NTB.

"Hasil keterangan dari sang sopir, Belasan bungkus rokok tersebut akan diedarkan di Lombok, Sumbawa dan Bima." pungkasnya.

Karena rokok ini belum terdaftar di BPOM dan melanggar Undang – Undang No. 39 Tahun 2007 pasal 54 dengan ancaman 5 Tahun penjara atau membayar denda sebanyak rokok tersebut, dan merupakan kewenangan husus Dirjen Bea Cukai, maka setelah proses penyidikan LP kita buat, kasus ini  akan kami serahkan kepada pihak Bea Cukai. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.