Piye

Pokdarwis Sambelia Pertanyakan Keseriusan Tata Kelola Enam Gili

Pokdarwis Sambelia Pertanyakan Keseriusan Tata Kelola Enam Gili
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Kelompok Sadar Wisata Kecamatan Sambelia mempertanyakan pengelolaan enam gili di wilayah kecamatan Sambelia yang dinilai belum maksimal oleh Pemerintah Provinsi NTB maupun Kabupaten Lotim. Apalagi keenam gili itu menjadi salah satu aset tempat kunjungan wisata yang paling dilirik para wisatawan.

Diantaranya Gili Kondo, Gili Petagan, Gili Bidara, Gili Sulat, Gili Lawang dan Gili Kapal yang lokasinya sangat berdekatan antara gili yang satu dengan lainnya. Sehingga dibutuhkan komitmen Pemprovinsi dengan Kabupaten untuk berkolaborasi memperhatikan sarana dan prasana pendukungnya.

Demikian ditegaskan Ketua Kelompok Sadar Wisata Kecamatan Sambelia, Suhirman kepada Suara Lombok. "Pokdarwis Sambelia mempertanyakan komitmen pemerintah untuk melakukan pengelolaan terhadap enam gili tersebut," tegasnya.

Dipaparkan Suhirman sudah semestinya pemerintah memberi prioritas untuk membangun sarana dan prasarana pendukung yang ada agar para wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung bisa menikmati keindahan yang ada di enam gili tersebut.

Namun begitu pihaknya melihat ada opsi ‘menunggu’ antara Pemprov dengan kabupaten untuk bergerak, meski saat ini kewenangan dari Kabupaten untuk melakukan pengelolaan gili-gili sudah diambil oleh Pemprov. Akan tapi karena lokasinya berada di wilayah Lotim tentunya harus bisa memberikan kontribusi terhadap keberadaan enam gili yang merupakan aset bagi pengembangan wisata di Lotim.

"Alangkah baiknya kalau Provinsi dengan Kabupaten melakukan kaloborasi untuk memajukan wisata di Lotim, terutama dengan menata enam gili di wilayah Sambelia," kata Suhirman.

Lebih jauh,Suhirman menjelaskan sebelumnya dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim pernah mengatakan ada anggaran sebesar Rp 13 Milyar untuk pariwisata, namun tidak mengetahui kemana arah penggunaan anggaran tersebut. "Bagaimana wisata di Lotim bisa maju kalau pemangku kebijakan kurang peka terhadap berbagai persoalan wisata yang ada di Lotim, sehingga ini harus menjadi perhatian semua pihak," cetusnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.