Piye

Pergantian DPD Demokrat NTB Strategi Muluskan TGB ke Kancah Nasional

Pergantian DPD Demokrat NTB Strategi Langgengkan TGB ke Kancah Nasional
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Pergeseran kursi kepemimpinan di DPD partai Demokrat NTB yang menggeser posisi TGB yang adalah Gubernur NTB, disebut - sebut sebagai salah satu strategi persiapan orang nomer satu di NTB tersebut untuk memuluskan maju ke jenjang nasional (RI 2 - Red) pada tahun 2019 mendatang.

"Itu salah satu langkah persiapan TGB menuju pencalonannya di Pilpres mendatang," beber Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Loteng, Ahmad Ziadi ditemui Suara Lombok baru - baru ini.

Seperti diketahui, rakernas Partai Demokrat sepekan lalu kursi kepemimpinan partai Berlambang Mercy NTB didelegasikan oleh forum kepada TGH. Mahally Fikri yang saat ini duduk di DPRD Provinsi NTB mewakili Demokrat.

Desas - desus kehadiran SBY yang sempat bertandang ke Lombok akhir pekan lalu menjadi sinyal kuat partai besutan mantan Presiden R1 ke-6 tersebut hendak meminang TGB untuk meramaikan kontestasi bursa pemilihan presiden dan wakil presiden pada tahun 2019 nanti. Tidak menutup kemungkinan juga, Doktor lulusan Al-Azhar tersebut akan disandingkan dengan Agus Hari Murti Yudhoyono yang disebut - sebut penerus tongkat estafet partai kedepan setelah SBY.

"Makanya ada kegiatan Safari Dakwah dan lawatan keliling yang diawali di Jogja dan Jateng," sambung Ziadi.

Terkait arah politik Demokrat di NTB setelah pergantian kepemimpinan Ketua DPD Demokrat yang baru, T.G.H. Mahalli Fikri,  Ziadi mengatakan tidak ada yang berubah drastis. Sebab kedua tokoh NTB tersebut yakni TGB dan Mahalli Fikri memiliki pandangan organisasi dan basic keilmuan yang hampir sama.

Baca juga : Pemilihan DPD Demokrat NTB Isyaratkan TGB Akan Naik Secara Aklamasi

"TGH Mahalli yang kami pilih secara aklamasi memang figur yang dianggap paling pantas dan paling tepat mengganti TGB," jelasnya.

Sementara untuk arah politik menuju kursi NTB 1 dan 2 setelah perubahan struktur organisasi, Ziadi enggan berkomentar. Hanya saja, ia kembali memastikan jika yang akan duduk menjadi Gubernur dan Wagub pada 2018 mendatang adalah calon yang didukung oleh TGB secara khusus dan Demokrat secara umum. "Karena bagaimanapun juga, figur dan pengaruh TGB sebagai pemimpin umat masih sangat kuat dan belum tergantikan," tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.