Piye

Pemkab Loteng Seriusi Masalah TKI

Pemkab Loteng Seriusi Masalah TKI
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Pemkab Loteng akhirnya mulai serius menangani permasalahan TKI saat ini. "Kita akan segerakan MoU bersama beberapa pihak terkait LTSP (Lembaga Terpadu Satu Pintu-Red)," ungkap Plt Disnakertrans Loteng, H Masrun Selasa (9/5).

Jika MoU dengan Gubernur, Kepolisian, dan beberapa stake holder lainnya sudah dilakukan, maka lembaga yang akan bisa menekan angka pengiriman TKI secara illegal ini akan dilaunching paling lambat Juni mendatang.

Sementara itu, Asisten II Sekda pada Setda Loteng, H Nasrun mengatakan, untuk menyikapi peraoalan TKI yang sudah sulit terbendung saat ini dengan berbagi kasus yang ada, Pemkab Loteng akan membuat tim kecil.

Tujuannya, selain sebagai upaya penyempitan ruang gerak para penjual manusia juga sebagai tim untuk persiapan pembentukan LTSP. "Tim itu terdiri dari Keimigrasian, polisi, disnaker dan pastinya dari jajaran Pemkab sendiri. Itu akan kita realisasikan sebelum LTSP dibentuk dan menjadi tim persiapan juga," ulasnya.

Sementara itu, pihak BP3TKI yang diwakili oleh Mukarram Ahadi menyampaikan, pemasukan devisa untuk NTB dari TKI sebesar Rp. 1,7 Triliun per tahun dan BP3TKI siap membantu memuluskan rencana pengadaan LTSP.

"Pengadaan alat sidik jari seharga Rp. 1,2 Miliar rasanya tidak akan sulit untuk kelancaran penyaluran tenaga kerja kita," katanya. 

Dia mengatakan, jika LTSP itu sudah ada, maka masalah TKI illegal yang selama ini menjadi masalah klasik akan bisa teratasi dengan sangat mudah. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.