Piye

Pemkab Bagi Jatah Urus Yatifa

Pemkab Bagi Jatah Urus Yatifa
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Jelang bulan Ramadhan, Pemkab Loteng membagi jatah mengurus anak yatim dan fakir miskin (Yatifa) kepada semua SKPD.

"Per SKPD minimal menyantuni 100 anak yatim per hari selama bulan puasa," jelas Sekda Loteng, H.M. Nursiah.

Dijelaskan, program santunan anak yatim ini kontinyu dilaksanakan Pemkab Loteng setiap tahun. Bahkan sudah berjalan selama 7 tahun berturut-turut. Hal ini agar tanggung jawab mengurus dan menyantuni anak yatim tidak terfokus pada 1 instansi saja, melainkan menyebar ke semua jajaran.

"Ini kegiatan rutin dalam bentuk santunan buka bareng dan pemberian infaq," sambungnya menjelaskan.

Bahkan, lanjut dia, tidak hanya instansi pemerintah saja yang melaksanakan dalam satu kali kegiatan, tetapi Pemkab juga mengajak beberapa pihak yang siap dan sanggup ambil bagian.

"Malah yang nyumbang itu ada juga dari swasta, terutama dari pengusaha seputaran Praya ini," bebernya.

Terkait masalah dana yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan ini, Nursiah memastikan tidak dianggarkan melalui APBD maupun APBD Perubahan.

"Yang jadi sumber dana itu sumbangan dari staf, dan itu tidak ada paksaan sama sekali," tegasnya.

"Pengalaman kita, jarang sekali kurang karena banyak juga orang luar yang menyumbang itu," sambungnya.

Dilanjutkan Nursiah, Tugas pokok SKPD sehingga diberi beban dengan pola terjadwal sebenarnya untuk menfasilitasi ketersediaan anak yatim yang diambil dari masing-masing desa maupun skup kecamatan serta bertanggung jawab terhadap kegiatan pada saat jadwalnya.

"Pak Bupati sendiri langsung mengatakan yang penting akomodir anak yatim, kalau dana yang terkumpul kurang bisa diatasi," tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.