Piye

Objek Pemicu Konflik Kerohiman Diserahkan ke Pemprov

Objek Pemicu Konflik Kerohiman Diserahkan ke Pemprov
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Persoalan lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta Titik 07 Bukit Meresek, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) diserahkan sepenuhnya ke Pemprov. NTB.

"Kalau persoalan objek lahan itu bukan domain kami dan Pemkab, itu urusan Pemerintah tingkat I. Jadi kita akan serahkan ke Pemprov," jelas Kapolres Loteng, AKBP Kholilurrahman pada sejumlah awak media usai kegiatan Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Bupati, Senin (22/5).

Lebih jauh Kholilurrahman menjelaskan, persoalan objek ini sudah siserahkan langsung ke tim percepatan pembangunan KEK Mandalika Resort untuk segera ditangani.

Pihaknya hanya akan mengusut dugaan penganiayaan yang dilakukan kepada warga Dusun Teluk Bulan Desa Rembitan usai berdebat masalah lahan KEK Minggu (21/5) petang yang sempat menyebabkan ketegangan antar 2 desa.

"Kami hanya akan mengusut masalah itu, kalau terbukti Kades Sengkol atau siapapun melakukan penganiayaan, maka akan dijerat dengan pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," tukasnya.

Baca juga : Kerohiman KEK Diduga Picu Konflik Warga

Sementara itu, pihak Pemkab sendiri dalam hal ini tim percepatan pembangunan lahan KEK dari jajaran Pemkab masih belum memberi keterangan resmi terhadap persoalan pembayaran uang kerohiman yang memicu konflik ini.

Hanya saja, informasi yang diserap SuaraLombok.com, jika konflik pemberian uang kerohiman ini bermula sejak awal ketika proses verifikasi pemilik lahan dimulai.

Pemerintah melakukan verifikasi dan persiapan pembayaran berdasarkan pada data dan sporadik yang menurut informasi masih banyak yang ganda pada beberapa titik.

Hal yang sama terjadi pada persiapan pembayaran tahap 3 yang rencananya berlangsung Selasa (23/5).

Info yang diserap, titik 07 sebelumnya dikuasai oleh warga dari Desa Rembitan yang sekarang menjadi korban penganiayaan, tetapi yang terdaftar menjadi penerima dana kerohiman justru masyarakat lain dari desa yang lain juga. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.