Piye

Komisi IV DPRD Lotim Pertanyakan Pengembalian Uang Proyek Labuhan Haji

Komisi IV DPRD Lotim Pertanyakan Pengembalian Uang Proyek Labuhan Haji
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Komisi IV Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten Lombok Timur mempertanyakan pengembalian uang muka proyek pengerukan Dermaga Labuan Haji kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim yang telah diambil PT. Gunakarya Nusantara. Padahal perusahaan yang bersangkutan telah resmi dinyatakan diputus kontrak karena dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya sesuai kontrak yang telah ditandatanganinya.

"Kami dari Komisi IV berhak mempertanyakan kepada pemerintah daerah tentang pengembalian uang muka yang telah diambil perusahaan tersebut," tegas Ketua Komisi IV DPRD Lotim, HL. Hasan Rahman kepada Suara Lombok.

Menurutnya dari total anggaran proyek dermaga Labuhan Haji dibawah Rp 40 Milyar, kemudian pihak perusahaan mengambil 10 atau 20 persen dari nilai kontrak tersebut yang mencapai Milyaran rupiah tersebut. Dengan alasan sebagai uang muka untuk kelancaran proyek pengerukan dermaga Labuhan Haji.

Namun begitu setelah dilakukan pemutusan kontrak itu dari pemerintah daerah berupaya untuk melakukan penagihan terhadap perusahaan itu, agar mengembalikan uang muka yang telah diambil tersebut, akan tapi sampai saat ini belum jelas sejauh mana proses pengembaliannya.

"Komisi IV mensinyalir kalau penarikan dana yang telah diambil perusahaan proyek labuhan Haji masih belum berhasil, karena kalau sudah tentu dewan pasti mendapatkan laporannya," kata Hasan Rahman.

Selain persoalan pengembalian uang, persoalan lainnya pun muncul terkait uang denda yang dijatuhkan kepada perusahaan tersebut apakah sudah diambil pemerintah daerah atau tidak.

"Perusahaan proyek dermaga Labuhan Haji itu jangan hanya mau ambil enaknya saja, kalau memang berhutang segera mengembalikan ke daerah," tambahnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Lotim, Tony Satria Wibawa saat dikonfirmasi mengenai masalah ini enggan berkomentar, dengan meminta untuk langsung mengklarifikasi ke Bupati Lotim. "Silahkan saja teman-teman ke bapak untuk mengklarifikasinya agar lebih jelas," tegas Tony. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.