Piye

Kodim Loteng Soal Serapan Beras Sitaan

Kodim Loteng Soal Serapan Beras Sitaan
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Pihak Kodim 1620/WB Loteng menyoal serapan beras sitaan oleh Bulog NTB. Pasalnya, dari tiga kali penangkapan penyelundupan beras oleh Kodim 1620/WB, baru hasil sitaan pertama yang sudah positif diserap Bulog.

"Hasil sitaan kami kedua dan ketiga kali belum ada kabar apakah diserap atau tidak," ungkap Dandim Loteng, Letkol Inf. Is Abul Rasi pada awak media.

Diungkap Is, hasil sitaan pertama mencapai 21 ton yang kemudian langsung diserap Bulog tidak lama setelah itu. Hanya saja, hasil penangkapan kedua dengan jumlah sekitar 20 ton dan hasil tangkapan ketiga dengan jumlah 14 ton dan 40 ton belum juga ada kejelasan.

"Kami sudah bertanya, tapi belum dijawab dengan jelas sampai sekarang," kesalnya.

Yang lebih membuat kesal, hasil sitaan beras ini diinfokan sudah diserap oleh Bulog NTB di Gudang Ubung Kecamatan Jonggat. Hanya saja, fakta di lapangan hal itu tidak terjadi.

"Kalau alasan tidak sesuai standar Bulog sepertinya kurang pas, karena ada aturan harus tetap diserap dengan kadar air tertentu," ungkapnya. "Dan kami bisa pastikan kadar airnya yang boleh diserap Bulog," tambahnya.

Persoalan lain, lanjut dia, Serapan Gabah Petani (Sergap) di NTB relatif rendah. Padahal, NTB sudah didaulat menjadi salah satu daerah yang mensuport untuk mewujudkan swasembada pangan dan lumbung pangan nasional.

"Data yang saya punya, serapan baru 38 persen, masih rendah lah kalau ukuran tujuan swasembada pangan," tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.