Piye

Kerohiman KEK Diduga Picu Konflik Warga

Kerohiman KEK Diduga Picu Konflik Warga
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Rencana pembagian uang kerohiman lahan KEK Mandalika Resort tahap akhir diduga memicu konflik 2 desa di Kecamatan Pujut. Masing-masing Desa Rembitan dan Desa Sengkol.

Dari informasi yang diserap Suara Lombok, keributan bermula dari kedatangan 5 orang warga Desa Rembitan dipimpin Lalu Samadi ke rumah Kades Sengkol, Lalu Tanauri guna mempertanyakan masalah lahan 07 Bukti Meresek yang akan dibayar Selasa (23/5) mendatang.

Sebab, menurut informasi, sejumlah pihak yang menguasai lahan ini sejak lama justru tidak tercatat sebagai penerima dana kerohiman.

"Saya dapat informasi kalau sempat ada adu mulut antara Kades Sengkol dengan temannya Lalu Samadi bernama Zul, itu yang memicu perkelahian awal sebenarnya," terang Camat Pujut, Lalu Sungkul saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Lalu Tanauri sendiri yang tidak terima dengan kata-kata kasar dari Zul akhirnya meminta yang bersangkutan keluar dari kediamannya. Meski sudah keluar, informasinya Zul masih saja mengucapkan kata-kata kasar yang menyebabkan anak Lalu Tanauri bernama Lalu Har naik pitam.

"Katanya sih Zul ini dapat luka di pelipis kiri, nah bagaimana ceritanya dia langsung pulang dan tiba-tiba banyak masyarakat mau menyerbu Desa Sengkol," cerita Sungkul melanjutkan berdasarkan informasi dari sejumlah masyarakat.

Beruntung aparat TNI dari Koramil 1620-02/Pujut bersama aparat kepolisian bertindak cepat dan mengamankan Kades Sengkol di Mapolres Loteng.

"Kami diperintah oleh Dandim untuk berjaga di perbatasan desa untuk menghalau massa dan mencegah terjadinya tawuran antar desa. Dan kami juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian," ungkap Kapten Inf. Dewa Genjong dari Koramil 1620-02/Pujut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kapolres Loteng, AKBP Kholilurrahman SH SIK MH belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.