Piye

Kerajinan Kaligrafi Kulit Kerang Cukli Raup Berkah Di Bulan Ramadhan

Kerajinan Kaligrafi Kulit Kerang Cukli Raup Berkah Di Bulan Ramadhan
SuaraLombok.com | Mataram - Datangnya bulan Suci Ramadhan tak hanya dirasakan para penjaja takjil berbuka puasa saja. Namun juga dirasakan para perajin kerajinan tangan, berupa ukiran kayu bermotif kulit kerang Khas Lombok, yang dalam bahasa masyarakat lokal (Sasak_Red) disebut kerajinan Cukli.

Terhitung setiap masuknya bulan Puasa Ramadhan, para Perajin ukiran cukli terutama kaligrafi cukli selalu ramai dipesan warga, baik lokal maupun luar daerah, sehingga dipastikan para perajin di Kawasan ini turut meraup berkah Ramadhan 1438 H / 2017 M.

“Yah lumayan pesanannnya, Alhamdulillah karya kami perajin disini mulai dilirik, khusunya Kaligrafi, banyak dipesan dari Bali dan pulau Jawa,” ungkap M. Taufik saat ditemui Suara Lombok di lokasi pembuatan kerajinan miliknya di Desa Rungkang Jangkuk Mataram Sabtu (27/5).

Cukli sendiri merupakan istilah masyarakat suku Sasak pada sebutan salah satu bahan baku ukiran yang berasal dari cangkang kerang laut, yang kulitnya berwarna silver (perak) mirip warna mutiara, yang konon hanya hidup di perairan Indonesia Timur seperti di Lombok, Sumbawa hingga ke pulau Sumba.

Ditangan para perajin di kawasan ini, kulit kerang yang sebelumnya hanya dianggap sampah, bisa disulap menjadi karya kerajinan berkelas yang dipastikan memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Kerangnya biasanya kita beli dari para nelayan, lalu kita bentuk motif dan rangkai dengan kayu mahoni atau jati sebagai medianya, tergantung pesanan nanti jadinya mau seperti apa,” lanjut Taufik.

Meski terlihat sederhana, namun proses pembuatan satu kaligrafi saja membutuhkan proses yang cukup panjang, mulai membentuk motif menyematkannya pada kayu kemudian proses finishing sehingga bisa menghasilkan karya yang indah dan eksotis.

“Prosesnya cukup rumit, mulai dari bikin motifnya dengan menyematkan cukli ke media kayu, harus tahu juga motif dasarnya mau seperti apa, biar bisa jadi sempurna. Basanya sampai dua hari baru jadi sampai finishing,” tutur Anwar salah seorang perajin yang saat ditemui sedang mengerjakan kaligrafi pesanan konsumen.

Dalam perkembanganya sejak dikenalkan hampir tiga tahun terakhir, seni ukir kaligrafi berbahan cukli ini kini mulai dilirik banyak kalangan baik untuk pasaran dalam negeri seperti Bali dan pulau Jawa, bahkan hingga keluar negeri meliputi Asia dan Timur Tengah.

“Pesanannya kalau dalam negeri itu mulai Bali hinga ke Jawa, terus kemarin pernah ada juga yang memesan untuk ke Timur Tengah atau Asia lah seperti Malaysia dan Brunei, selain kualitasnya yang bagus, kan unik juga mungkin makanya diminati. Soal harga cukup terjangkau lah,” pungkas Taufik. (02)

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.