Piye

Kecewa Jatah Berkurang Warga Blokir Jalan Pakai Raskin

Kecewa Jatah Berkurang Warga Blokir Jalan Pakai Beras Raskin
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Sekitar ratusan warga Dasan Gres Barat melakukan aksi blokir jalan menggunakan puluhan karung raskin. Aksi warga diduga dipicu adanya pengurangan jatah raskin dan baru terealisasi setelah menunggu kurun waktu enam bulan.

Warga Dasan Gres Amin yang dikonfirmasi saat itu mengatakan, jatah raskin yang diterimanya tidak sesuai dengan jatah raskin pada hari hari sebelumnya. Jatah raskin yang biasa diterima 1 karung  yang harus dibagi tiga kepala keluarga (KK), namun sekarang justru jatah mereka dibagi 6 KK dalam satu karung. Jelas kita tidak terima, apa lagi kondisi sekarang sangat butuh, terlebih persiapan menjelang Bulan Ramadhan. Bagaimanapun juga kita tidak terima ada pemotongan sepihak.

''Kami biasanya terima jatah raskin satu karung kecil dibagi tiga KK, sekarang malah dapat satau karung dibagi 6 KK. Bagaimanapun juga kami tidak terima dan menolak ada pemotongan,'' kesalnya.

Selain itu kata Amin, pembagian raskin sekarang tidak sesuai dengan kuota dimana dulu selalu rutin setiap bulan. Anehnya lanjut dia, setelah memakan proses waktu yang panjang, sekitar enam bulan berjalan akhirnya pembagian raskin baru kunjung tiba.

''bayangkan selama enam bulan menunggu, baru ada pembagian, ini ada apa,'' tanyanya heran.

Sementara Camat Gerung Baiq Mustika yang langsung turun saat itu menjelaskan, sebelumnya memang sudah informasi terkait lebih dan kurangnya soal jatah raskin itu, bahkan pihaknya sudah sempat melakukan sosialisasi kebawah, hanya saja kondisi ini ternyata masih ada masyarakat yang belum siap menerima.

''kami sudah mendengar ada warga yang kelebihan jatah raskin dan ada yang kurang seperti warga saat ini. Tapi kami sudah sosialisasi kok ke bawah,'' ucapnya.

Selanjutnya, semua raskin yang dikembalikan ini, akan diamankan ke kantor kelurahan. Mengenai apa solusivyang ditawarkan, kecamatan akan melakukan ke stekholder yang terkait seperti Dinas Sosial pihak Bulog.

''kami akan melakulan koordinasi dengan beberapa pihak yang bersangkutan,'' pungkasnya.

Dari pantauan Suara Lombok pemblokiran jalan berlangsung sekitar satu jam lamanya. Setelah dilakukan negosiasi akhirnya proses blokir jalan pun usai. (04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.