Piye

Kasus Pembunuhan Tempati Posisi Puncak

Kasus Pembunuhan Tempati Posisi Puncak
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Hasil evaluasi per triwulan terhadap kasus di Loteng menempatkan kasus pembunuhan pada posisi puncak.

"Kasus tertinggi sampai akhir triwulan adalah pembunuhan," ungkap Kasi Pidum Kejari Praya, Aga Wigana.

Jaksa muda ini mengungkapkan, jumlah kasus pembunuhan yang sedang ditangani pihaknya mencapai 6 kasus dengan bermacam latar belakang kejadian.

Mulai kasus pembunuhan berencana terhadap anak oleh pelaku inisial D, kasus pembunuhan oleh S alias AE terhadap wanita dewasa, E membunuh bayi, dan kasus pembunuhan oleh ibu kandung inisial AG terhadap anak yang baru dilahirkan.

"Ada juga kasus yang masih belum kami tetapkan tersangkanya," sambung Aga menjelaskan.

Dari hasil penyelidikan, motif pembunuhan yang dilakukan pelaku masing-masing berbeda. Misalnya kasus pembunuhan anak oleh D yang bermotif dendam terhadap korban karena sempat disebut dan diteriaki orang gila. Ada juga motif karena dituntut bertanggung jawab terhadap kehamilan korban, hingga pembunuhan yang dilatar belakangi oleh rasa malu karena melahirkan anak di luar pernikahan.

"Disangkakan pasal 340 dengan ancaman hukuman mati atau 20 tahun pejara dan ada juga yang 341 dengan ancaman 7 tahun penjara, tergantung motif pelaku," jelasnya.

Dari kasus ini, beberapa kasus sudah memasuki masa sidang dan ada juga beberapa kasus yang masih menunggu masa sidang.Selanjutnya di bawah posisi puncak, kasus yang digarap Kejari Praya saat ini adalah kasus senjata tajam yang berjumlah sekitar 5 kasus.

"Kasus sajam terbanyak kedua, ini yang kami sedang selesaikan saat ini," tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.