Piye

Jelang Puasa, Ribuan Liter Miras dimusnahkan Polres Loteng

Jelang Puasa, Ribuan Liter Miras dimusnahkan Polres Loteng
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Jelang bulan Ramadhan, ribuan liter miras produk pabrikan dan tradisional disita dan dimusnahkan aparat Polres Loteng dan gabungan yang didapati dari sejumlah titik kawasan yang biasa menjual miras di Loteng. “Untuk miras (Minuman keras-Red) jenis tuak saja kita sita sampai 3.252 liter," ungkap Kapolres Loteng, AKBP kholilurrahman SH. SIK. MH.

Dijelaskan, operasi pekat menyambut Ramadhan kali ini, aparat kepolisian melakukan operasi pekat khusus untuk memberantas pekat ini.  Pelaksanaanya dilaksanakan selama 14 hari, dimulai pada 25 April hingga 8 Mei 2017.

Selama 14 hari itu, polisi berhasil mengungkap 16 kasus miras dan berhasil menyita sekitar 3.252 jenis tuak, 261 liter jenis brem, 343 botol bir, dan tersangka pemasok hingga pendistribusi sebanyak 20 orang.

Sementara untuk kasus narkoba, kepolisian berhasil mengungkap 20 kasus dengan barang bukti 3,72 gram sabu dan uang Rp. 3,72 juta serta tersangka sebanyak 6 orang. "Semua hasil operasi pekat kita musnahkan bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama agar semua bisa merasa bertanggung jawab terhadap masalah ini," ungkapnya.

Lebih jauh Kholilurrahman mengatakan, tidak hanya miras dan narkoba, aparat Kepolisian dari Polres Loteng juga tidak membiarkan kasus perjudian marak. Dari operasi pekat yang dilaksanakan, kasus judi yang berhasil diungkap sebanyak 7 kasus drngan 22 tersangka dewasa. "Yang lebih miris, kita dapati pemainnya juga anak-anak di bawah umur sebanyak 5 orang," bebernya.

Kasus prostitusi juga berhasil diungkap menjelang bulan puasa sebanyak 2 kasus dengan korban penjualan anak sebanyak 5 orang. "Mucikarinya sudah kita amankan juga," tambahnya.

Ia berharap, dengan dilibatkannya tokoh agama dan masyarakat pada prosesi pemusnahan barang bukti ini akan menjadi awal yang baik untuk kerjasama menjaga stabilitas dan kondusifitas di Lombok Tengah, terutama dalam kasus penyakiy masyarakat semacam ini.  "Kami juga harapkan adanya peran aktif masyarakat untuk ikut memberantas kemaksiatan di Lombok Tengah," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Loteng, HA Puadi saat ditemui Suara Lombok sesaat usai pemusnahan barang bukti operasi pekat di Polres Loteng, Jumat (12/5) memberikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Resort Loteng yang telah bekerja keras membasmi pekat. "Ini juga menjadi koreksi bersama, kenapa sampai penyakit masyarakat seperti ini terus saja terjadi, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan. Saya rasa ini PR kita bersama," katanya.  Dia juga ikut mengimbau kepada stake holder yang ada untuk bersinergi membasmi penyakit masyarakat yang ada. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.