Piye

Jaga Stabilitas Harga Sembako, Dinas Perdagangan NTB Gandeng Polisi

Jaga Stabilitas Harga Sembako, Dinas Perdagangan NTB Gandeng Polisi
SuaraLombok.com | Mataram - Pemerintah provinsi NTB berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga sembako. Agar tetap terjaga, berbagai langkah ditempuh pemerintah NTB seperti melakukan pemantauan ke pasar, bahkan menggandeng aparat kepolisian.

“Agar tetap menjaga stabilitas harga, Satgas Pangan (ditingkat wilayah - red) itu sekarang dipimpin oleh Kapolda setempat,” Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani saat dikonfirmasi di kantornya pada Rabu (3/5).

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan NTB, kebutuhan sembako bagi masyarakat NTB cukup melimpah. Dicontohkan untuk gula pasir itu sudah ada stok sebanyak 4.882. 356 kg, beras 579. 319. 344 kg, dan minyak goreng kemasan botol 120.000 dus.

“Sampai tiga bulan kedepan itu aman, beras aja sudah lima ribu tujuh ratus sembilan ribu sekian kilo,” ujar Selly.

Pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga jenis komoditi. Tiga Jenis komoditi ini yaitu harga gula pasir Rp 12.500/Kg, daging beku Rp 80.000/Kg, serta minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11.000/liter.

“Surat Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Nomor 154/PDN/SD/04/2017 tertanggal 4 April 2017 tentang penetapan HET untuk tiga bahan pokok yakni gula pasir, daging beku/frozen meat, serta minyak goreng,” tegasnya.

Pemerintah provinsi NTB bersama dinas terkait serta kepolisian berupaya agar harga kebutuhan sembako tetap terjaga. Upaya dilakukan dengan cara diantaranya turun langsung ke pasar - pasar. Dengan stabilnya harga sembako, maka menjadi indikator stabilnya daerah NTB.

“Kita pantau (harga sembako - red) terus, Dengan stabilnya harga – harga ini (sembako-red) itu sama dengan stabilitas daerah dijaga,” pungkas Selly Andayani. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.