Piye

Investor Kuasai Pantai, Warga Khawatir Akses Dibatasi

Investor Kuasai Pantai, Warga Khawatir Akses Dibatasi
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Penguasaan kawasan pantai Selong Belanak oleh investor membuat kekhawatiran tersendiri bagi Pemdes Selong Belanak. "Kalau lahan investasi dikuasai investor, saya khawatir akses publik kalangan bawah akan tertutup sepenuhnya," ungkap Kades Selong Belanak, Lalu Yahya.

Dikatakan Yahya, jika investor yang mulai membangun di kawasan pantai tidak diberi batasan dan aturan yang jelas, tidak menutup kemungkinan masyarakat Lombok Tengah pada khususnya dan NTB pada umumnya tidak akan bisa mengakses pantai yang seharusnya menjadi milik masyarakat.

Hal itu bisa dilihat dari beberapa contoh pengembangan pariwisata pantai di beberapa tempat yang sudah dikuasai investor tetapi pada akhirnya mengorbankan masyarakat. "Sudah banyak sekali dan itu yang kita khawatirkan 5 sampai 10 tahun mendatang," bebernya.

Sebagai pemerintah desa, ia memahami betul apa yang sebenarnya dibutuhkan dan apa yang dikhawatirkan oleh masyarakatnya. Sehingga secara resmi, Pemdes Selong Belanak akan mendesak pemerintah segera menerbitkan aturan terkait hal ini.

Selain itu, Pemdes juga akan mendesak pelaksanaan Perda 03 tahun 2010 tentang RTRW Provinsi dan Perda 07 tahun 2011  tentang RTRW kabupaten serta pembentukan Perda khusus yang akan mengatur Rencana Detail Tata Ruang (RDTL)."Jangan sampai kita jadi tamu di rumah sendiri," tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.