Piye

Human Trafficking Modus Baru Digagalkan TNI

Human Trafficking Modus Baru Digagalkan TNI
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Lagi-lagi upaya perdagangan manusia digagalkan aparat TNI. Kedua CTKW tergolong masih di bawah umur.

"Kami gagalkan lagi dua orang yang rencananya akan berangkat ke Saudi melalui Jakarta," jelas Kamandan Kodim (Dandim) 1620/WB, Letkol Inf. Is Abul Rasi.

Dijelaskan Is, modus pengiriman TKI kali ini terbilang berbeda dari modus lainnya. Tekong dua CTKW ini tidak berhubungan langsung melalui dunia nyata kepada CTKW bersangkutan, tetapi melalui perantara dan dunia maya.

"Dari keterangan mereka (calon TKW-Red), tekong bersangkutan hanya menunggu di Jakarta, jadi semuanya di urus di Jakarta bukan di Lombok," bebernya.

Karena modus ini, pihaknya sempat kualahan karena CTKW bersangkutan tidak langsung dicap sebagai calon TKW dan hanya tujuan dalam negeri. Beruntung, kerjasama yang dilakukan TNI dengan BP3TKI bisa membongkar bahwa mereka ternyata tidak hanya akan ke Jakarta.

"Setelah Kami melakukan penelusuran lebih jauh bersama beberapa pihak lainnya, kami telah mendapatkan identitas dari tekong tersebut." ungkap Is.

Baca juga : Perdagangan Manusia Kembali Digagalkan TNI

Dikatakan, CTKW biasanya akan tergiur dengan janji upah yang cukup tinggi. Seperti 2 calon ini dijanjikan oleh A upah sebesar 1.000 real per bulan dengan kontrak 2 tahun bekerja.

"Sekarang ini kan masih moratorium, jadi sebaiknya jangan percaya sama tekong sampai moratorium itu dicabut pemerintah," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, 2 orang calon TKW masih diperiksa di BP3TKI Lombok Internasional Airport (LIA). (09)

Adapun identitas TKI tersebut sebagai berikut (Sumber Kodim 1620/WB Loteng) :

1) Nama :  serianun   (P)
TTL : Gili buwuh desa sakra kec.sakra,  30- 01- 1994 Pekerjaan : wiraswasta
Agama: Islam
Alamat : gili buwuh desa sakra Kec. Sakra / Lombok timur

2) Nama : juliana  (P)
TTL : temorok  , 01-07-1995
Agama : Islam
Pekerjaan :  wiraswasta
Alamat : Dsn temorok desa pandan wangi kec.jerowaru kab.Lombok Timur.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.