Piye

Hadapi Radikalisme, Amaq Ali Kumpulkan Toga-Toma

Hadapi Radikalisme, Amaq Ali Kumpulkan Toga-Toma
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Menghadapi isu perpecahan akibat adanya aliran garis keras, Bupati Lotim, HM Ali Bin Dahlan melakukan sinergi bersama tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Toma) se-Lotim.

"Silaturrahmi antara tokoh agama dan masyarakat dengan pemerintah ini untuk menyikapi perkembangan kondisi daerah kita," ungkap pria yang akrab disapa Amaq Ali ini.

Dikatakan Ali, dalam kondisi kekinian, persatuan antara semua pihak, baik pemerintah daerah, pihak keamanan, tokoh masyarakat dan pastinya tokoh agama mutlak diperlukan. Apalagi, serangan ajaran yang ingin menghancurkan persatuan semakin terang-terangan menunjukkan pergerakannya.

"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan kita dan sama-sama menjaga keamanan di wilayah kita masing-masing," ucapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dir. Binmas polda NTB Kombespol Benny Basir Warmansyah, Dandim 1615 Lotim Letkol Inf Musthofa, Kapolres Lotim AKBP Wingky Aditiyo Kusumo, S.IK., Kajari Selong, Tri Cahyo Hananto, Sekda Lotim, Rahman Farly, Wakil Ketua DPRD Lotim, Daeng Paelori dan H.Ridwan Bajri serta para tuan guru dan tokoh masyarakat Lotim yang berjumlah sekitar 170 orang.

Sementara Dir. Binmas Polda NTB, Kombespol Benny Basir Warmansyah yang hadir  mewakili kapolda NTB berharap di Lotim tidak akan menghadapi aliran garis keras seperti saat ia bertugas di Bima beberapa waktu lalu.

"Fungsi kamtibmas yang harus dikedepankan adalah Binmas (Bina Masyarakat-Red)," ungkapnya.

Dibeberkan, untuk NTB sendiri pemerintah menyiapkan anggaran sampai Rp. 2 Miliar untuk kontijensi masalah gangguan semacam ini. Dan hebatnya, anggaran itu masih utuh sampai sekarang karena eskalasi gangguan di NTB tidak besar.

"Ini yang patut kita syukuri yang artinya keadaan di NTB ini masih aman dan kondusif," katanya.

Ia juga berharap, melalui peran serta toga dan toma serta pemerintah daerah, keadaan aman dan tentram di NTB bisa terus terjaga sampai kapanpun. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.