Piye

Etnic Gerabah Banyumulek Yang Kini Terlupakan…

Etnic Gerabah Banyumulek Yang Kini Terlupakan…
SuaraLombok.com  | Lombok Barat - Gerabah Lombok dengan keunikan dan ragam corak etnik khasnya pernah dikenal dan mendunia pada dua dasawarsa terakhir tepatnya pada tahun 1990-an dan sempat viral dengan tampilannya yang beragam kini sangat jarang bisa kita saksikan terpajang dalam etalase rumah berikut menjadi hiasan interior khas ruangan hotel di pulau Lombok.

Hal ini mengetuk hati Suara Lombok untuk mengunjungi sebuah kampung bernama Desa Banyumulek yang secara demografi berada di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, sekitar 30 menit perjalanan dari kota Mataram, yang telah lama dikenal menjadi salah satu sentra perajin tanah liat di pulau Lombok.

Menapakkan kaki di salah satu stand gerabah yang masih bertahan, geliat para ibu - ibu menciptakan kreasi seni dengan jari lentiknya memoles tanah liat menjadi ragam motif bentuk, cukup memberi semangat kami, bahwa gerabah yang dulu tersohor itu kini tetap menggeliat dan masih eksis bertahan.

“Dulu disini ramai, sekarang sudah sepi, banyak yang gulung tikar, tapi kalo kita disini masih tetap berusaha lah untuk bertahan,” ungkap istriyah salah seorang perajin gerabah yang tetap terlihat optimis membentuk gerabah dengan peralatan sederhananya di salah satu stand.

Sepintas penjelasan singkat sang perajin menimbulkan rasa penasaran dalam hati, namun rasa itu mulai teredam saat Suara Lombok melihat hasil kreasi gerabah dengan motif indah dengan guratan warna warni khas gerabah Lombok yang lucu dan berbentuk unik telah tercetak sempurna diatas etalase pajangan.

“Dulu sebelum bom Bali pesanan ramai, tapi kini sepi sekali, mungkin kurang promosi juga,” lanjut Istriyah dengan sedikit tersenyum menimpali pertanyaan kenapa kawasan tersebut terlihat sepi pengunjung.

Usai melihat stand pencetakan gerabah, kami melangkahkan kaki ke sebuah ruangan berukuran luas yang berada di tengah tengah stand gerabah yang memajang hasil kreasi para perajin. Disini terlihat sejumlah wisatawan asing dan domestik antusias memilih aneka gerabah yang terpajang untuk dibawa pulang menjadi oleh oleh saat kembali dari liburannya.

“Bentuk desain nya unik gak ada di daerah lain, di jawa juga gak ada yang kayak gini, terus telaten juga buatnya,” ucap Yolanda Wisdom asal Surabaya yang kebetulan sedang berkunjung dan mencari cindera mata untuk dibawa pulang ke daerahnya.



Hal yang sama juga dituturkan Evelyn seorang Wisatawan asal Denmark yang ditemui sedang memilih pernik gerabah berukuran kecil. “Saya suka bentuknya dan Warnanya juga bagus, ini unik,” ujarnya singkat.

Jika melihat antusiasme dan respon positif pengunjung dan wisatawan yang hadir di kawasan ini untuk berburu gerabah khas Lombok, setidaknya bisa menggugah kepedulian pihak terkait untuk mau menoleh, kedalam kenapa gerabah Khas Lombok dengan Pesonanya kini mulai tertinggal dan kalah dengan komoditas lain.

Sudah waktunya optimisme para perajin harus dibayar dengan uluran tangan serta perhatian Pemda setempat untuk mau turun membantu. persoalan minimnya pendampingan, pelatihan serta bantuan promosi yang masih dirasa kurang maksimal, umumnya menjadi kendala utama kenapa Komunitas gerabah di Pulau Lombok kini mulai terlupakan. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.