Piye

Dewan Beberkan Fakta Pengesahan Perda Perusda

Dewan Beberkan Fakta Pengesahan Perda Perusda
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Kasus Perusda Tastura Bersatu yang menyeret nama oknum Anggota Dewan terhormat dalam pengesahan Perda penyertaan modal memaksa Pihak Dewan angkat bicara.

"Perda itu memang sengaja kami bagi jadi 2 untuk menghindari masalah," ungkap mantan Ketua Pansus Perda penyertaan modal, Suhaimi.

Politisi PDIP ini menyatakan Perda pertama dengan nomor Perda 6 membahas mengenai mekanisme penyertaan modal saja, sementara Perda lanjutannya membahas mengenai angka yang bisa disertakan oleh daerah ke masing-masing perusahaan.

"Untungnya kami buat seperti itu, dan kami atur memang dalam Perda itu tidak bisa serta merta diberikan seluruhnya, sehingga khusus untuk Tastura Bersatu itu diberikan dulu hanya sebagian kecil saja dari total seluruh dana yang ada," jelasnya.

Terkait isu adanya upaya memuluskan pengesahan perda yang dilakukan sejumlah oknum agar dana penyertaan bisa segera dicairkan, Suhaimi mengaku tidak tahu menahu tetkait hal itu.  Ia mengatakan, sebagai ketua Pansus saat itu memang bertugas untuk mengkaji Perda dan mengesahkan apabila memang sudah siap untuk disahkan. Tentunya dengan pertimbangan seluruh anggota pansus.

"Kalau masalah jual beli atau memuluskan agar Perda saat itu segera diketok, saya tidak tahu menahu," ucapnya.

Sementara isu yang berkembang saat ini, oknum anggota dewan yang disebut-sebut menerima aliran dana Perusda saat itu memiliki power yang cukup besar untuk memuluskan proses pengesahan 2 Perda. Bahkan, selentingan kabar mengatakan jika oknum bersangkutan memiliki jabatan strategis sebagai ketua di beberapa bagian Alat Kelengkapan Dewan (AKD). (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.