Piye

APKLI Kutuk Penggusuran Pedagang Buah Praya

APKLI Kutuk Penggusuran Pedagang Buah Praya
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) cabang Lombok Tengah mengutuk keras penggusuran PKL dibelakang komplek pertokoan Praya, Sabtu (29/4). "Penggusuran itu bisa dikatakan melanggar HAM, pedagang tidak diberikan kesempatan menertibkan dagangan mereka sendiri," ucap Ketua APKLI loteng, M. Samsul Qomar.

Apalagi dalam penggusuran yang dilakukan Dinas Perdagangan bersama SatPol PP malah mendatangkan alat berat berupa ekskavator dari Dinas PUPR Loteng. "Ini justru memberikan efek buruk bagi psikologis pedagang," sambungnya.

Anehnya lagi, sambung Samsul, surat pemberitahuan sekaligus peringatan kepada pedagang disampaikan pada luar jam aktif berdagang. Artinya, PKL seolah dibodoh-bodohi dan tidak diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri pindah dari lokasi.

Apalagi, surat pemberitahuan bernomor 510/643/Perindag itu jelas dikatakan menurut perintah lisan bupati. "Mana boleh seperti itu, kekuatan hukumnya masih dipersoalkan," tegasnya.

Melihat hal ini, Samsul berjanji APKLI akan segera mengambil langkah penolakan lokasi baru dan melakukan aksi protes ke Pemerintah dalam waktu dekat. Bahkan, APKLI siap membongkar ketidak adilan pemerintah dalam memperlakukan para pedagang. "Kami akan protes dan melakukan aksi protes ke pemerintah," janjinya.

Sementara itu, ketua pedagang buah belakang pertokoan Praya, Mustar membeberkan jika para pedagang sempat meminta izin secara langsung kepada Bupati untuk bisa menempati lokasi itu sampai akhir bulan Puasa saja. "Kami minta sampai akhir puasa saja, tapi tidak diizinkan. Kami juga punya wakil di DPR tapi tidak pernah tanggap," keluhnya.

Ia juga menyampaikan jika para pedagang langsung menolak lokasi baru yang disipakan pemerintah yang berada di depan SMPN 1 Praya. "Disana tidak layak untuk berjualan, tidak seperti disini," ucapnya.

Terpisah, Plt. Kadisperindag Loteng, H. Saman membantah jika pihaknya melakukan penggusuran tanpa melayangkan peringatan sebelumnya. "Sudah kami beri kesempatan buka lapak sendiri sampai sore Jumat, tapi karena tidak ada maka kami bongkar paksa di Sabtu pagi," jelasnya.

Untuk lokasi baru, pihaknya sudah menyiapkan lokasi yang layak berupa lapak yang sudah disusun berjejer dengan rapi. "Jadi tidak ada alasan PKL mengatakan lokasi (Depan SMPN 1 Praya-Red)  itu tidak layak," tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.