Piye

ABM Demo, Minta Demokrat dan Polda Pecat Anggota Yang Kedapatan Selingkuh

ABM Demo, Minta Demokrat dan Polda Pecat Anggota Yang Kedapatan Selingkuh
SuaraLombok.com | Mataram - Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Bima Menggugat (ABM), menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda NTB,  terkait adanya dugaan perbuatan tindakan tidak bermoral (asusila), dan dugaan pesta narkoba antara oknum anggota dewan Kota Bima inisial SNR, dengan Anggota Polisi inisial Brigadir EW, Selasa (9/5).

Dhen Malaka, selaku Korlap aksi memaparkan, aksi ini digelar untuk menggugah rasa keadilan dan mengabarkan kepada masyarakat NTB. Bahwasanya, di Bima hari ini sedang terjadi perselingkuhan hukum dan kekuasaan bukan hanya soal kebijakan semata. Tapi, ada yang lebih menjijikan lagi yakni, adanya dugaan tindakan asusila, amoral dan indispliner oleh pejabat Publik dan Pejabat Negara.

"Lihat bagaimana mudahnya, oknum Anggota dewan inisial SNR dan oknum Polri Brigadir EW serumah berdua pada Minggu (9/4) lalu," paparnya.

Hebatnya lagi, mesti sudah  tertangkap basah oleh FT istrinya EW. Dan resmi dilaporkan ke Polres Bima dan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bima. Ia menjelaskan, SNR pun menggunakan jabatan dan kekuasannya dengan melawan.

"Ia (SNR, Red) melaporkan FT, istrinya EW ke Polres dengan dugaan melakukan hasutan, penghinaan dan fitnah. Ini sungguh kejahatan dan kezoliman yang terorganisir, sistematis dan masif," tukas Dhen.

Lanjutnya, tindakan oknum pejabat ini jelas telah mencoreng harkat martabat, derajat, dan marwah masyarakat Bima.

"Sejak skandal ini terungkap, Bima selalu menjadi pergunjingan dan obrolan seksi di warung, kantor oleh semua kalangan. Belum lagi pemberitaan media massa lokal maupun nasional," ujarnya.

Hal - hal inilah kemudian, yang membuat dirinya bersama teman - temannya tergerak hati dan pikirannya. Sehingga melakukan unjukrasa.

"Kami ingin adanya jaminan dan garasi penegakan supremasi hukum yang berazaskan keadilan. Tanpa campur tangan penguasa yang selalu menggunakan kekuaasaanya," akunya.

Hal senada pun disampaikan, Yaqub selaku orator. Ia menuturkan, bahwasannya hari ini di Bima telah terjadi krisis hukum dan keadilan untuk masyarakat kecil.

"Kami ingin orang tau bahwasannya di Bima hukum dan keadilan sangat mahal dan diperuntukan hanya untuk orang - orang tertentu saja," ungkapnya.

Lanjutnya, meski Polisi sudah melakukan penyelidikan dan mendapatkan hasil yang mencengangkan, karena EW dinyatakan positif konsumsi Narkoba. Lagi - lagi kasus ini prosesnya redup dan Penyidik tidak kooperatif lagi.

"Saya duga ini ada yang ingin bermain - main dibalik proses ini. Lihat saja bagaimana apik dan cerdiknya Penyidik dan BK memainkan peran gandanya, dengan berbagai alibi dan alasan," jelasnya.

Lihat saja hingga hari ini SNR belum dipanggil dan diperiksa baik sebagai terlapor maupun pelapor di Polres dan BK DPRD.

"Ibu dewan itu belum dipanggil lho sampai sekarang. Bahkan, dia (SNR, red) masih berlenggak lenggok bebas. Itulah watak keangkuhan dan kesombongannya," terangnya.

Untuk itu, ia meminta kepada Polda NTB untuk mengambil - alih penanganannya, karena efeknya pun besar. "Selain untuk  terwujudnya rasa keadilan, juga untuk keamanan daerah. Karen bisa saja kasus ini memunculkan masalah lain," selorohnya.

"Intinya kami ingin kasus ini segera selesai. Pelakunya dihukum yang seberat~beratnya (Dipecat, Red). Karena ini masalahanya pejabat publik yang digaji oleh Negara. Untuk menjadi pelayan dan pengayom masyarakat," sambung Yaqub alias Triping.

Ditambahkannya, pihaknya pun meminta kepada SBY dan TGB, untuk memecat SNR dari sebagai anggota DPR maupun sebagai kader partai Demokrat.

"Mumpung pak SBY dan pimpinan DPP Demokrat, juga TGB dan pengurus DPD Demokrat NTB berada di Mataram. Untuk itu kaami minta SNR Dipecat saja. Ingat kalau ini dibiarkan Jangan harap Demokrat akan menang di Pilkada 2018 dan Pileg juga Pilpres 2019," ancamnya.

Setelah bergantian melakukan orasi, kemudian perwakilan massa  aksi pun dipersilahkan masuk ke ruangan. Pantaun media ini, dalam ruangan tersebut tampak beberapa perwira tinggi Polda berdialog dengan mereka. Dialog tersebut berjalan sekitar 20 menit.

Selain di Polda massa aksi yang terdiri dari organda PERMAPATI (Persatuan Mahasiswa~Pemuda Jati Baru), dan organisasi mahasiswa lain ini. Juga, menggelar aksi ke DPRD NTB dan Kantor DPD Demokrat NTB. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.