Piye

Warga Greneng Usir Penganut Ahmadiyah

Warga Greneng Usir Penganut Ahmadiyah
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Ratusan warga Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur mengusir paksa tujuh orang yang diduga menganut aliran ahmadiyah Jumat malam(07/04), karena dianggap meresahkan masyarakat sekitar dengan rutinitas ibadahnya yang dikhawatirkan menimbulkan gejolak pada masyarakat.

Himbauan pihak kepolisian dan TNI dan Pol PP bersama pemerintah Kecematan dan Desa Greneng terus berusaha untuk menenangkan warga agar tidak melakukan tidakan anarkis dan main hakim sendiri tidak diindahkan warga yang tersulut emosi.

"Pokoknya kami tidak mau ada warga yang menganut aliran ahmadiyah tinggal di wilayah kami, maka harus diusir keluar dari desa ini kalau ingin aman," teriak warga Greneng dihadapan petugas.

Kepala Desa Greneng, Budi Harlin menegaskan kalau warga yang diduga menganut aliran ahmadiyah itu sudah dilakukan baiat untuk kembali ke ajaran islam yang sesungguhnya sejak tahun 2014 lalu. Namun secara diam-diam mereka masih tetap melaksanakan ajaran ahmadiyah.

"Mereka sudah berbaiat kembali, tapi sekarang masih saja melakukannya lagi sehingga inilah yang membuat masyarakat marah," ujar Budi Harlin.

Kemudian tidak lama setelah itu Bupati Lotim, HM.Ali BD, Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adithyo Kusumo, S,ik,Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf.H.Mustofa, Camat Sakti, Hasim bersama pemerintah desa dan para tokoh masyarakat melakukan pertemuan langsung di salah satu masjid guna menyelesaiakan permasalahan ahmadiyah.

Dari hasil pertemuan tersebut atas perintah Bupati Lotim Camat Sakra Timur Hasyim menyampaikan kepada warga melalui pengeras suara diantaranya pemerintah daerah sepakat untuk memindahkan jamaah ahmadiyah dari wilayah Desa Greneng secara bertahap dan masalah ahmadiyah ini akan diselesaikan lebih lanjut di kantor Bupati Lotim.

“Pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap masalah ini, sehingga masyarakat diminta tenang jangan melakukan main hakim sendiri dengan menyerahkan kepada aparat berwenang," kata Hasyim.

Guna tidak mengundang kemarahan warga lagi tiga dari tujuh warga yang menjadi pengikut ahmadiyah langsung diamankan ke Polres Lotim, guna mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi. (10).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.