Piye

Wagub : ”Friendly” Kunci Sukses Pariwisata NTB

Wagub : ”Friendly” Kunci Sukses Pariwisata NTB
SuaraLombok.com | Bima - Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH.,M.Si membuka secara resmi Festival Lawata di Pantai Lawata Kota Bima, Minggu (09/04) sebagai rangkaian dari Penyelenggaraan Festival Tambora 2017 yang pusatkan di Kabupaten Bima-Dompu-Sumbawa mulai tanggal 4 hingga 11 April mendatang.

Dalam sambutannya Wagub mengajak semua pihak untuk menguatkan komitmen terhadap pembangunan sektor pariwisata, terus berbenah di segala bidang, serta menyusun regulasi yang baik dan mudah kepada para investor untuk berinvestasi, karena pariwisata menurut Amin telah terbukti menjadi penyumbang devisa terbesar sektor non mogas.  

"Semua potensi dan peluang yang kita miliki terus dilakukan pembenahan-pembenahan dengan membangun berbagai infrastruktur, memperkuat destinasi, promosi baik di dalam maupun diluar negeri," jelas Amin.

Lebih jauh amin menjelaskan dalam realisasi nya komitmen yang dibangun jangan hanya dalam tahap wacana program, namun juga kejelasan soal anggaran dan langkah kongkrit yang harus dicapai.  Amin mencontohkan Musrembang yang digelar beberapa hari lalu merupakan upaya Pemprov mensinergikan program dan anggaran untuk membangun kabupaten/ kota khususnya pada sektor pariwisata. Maka dalam hal ini promosi menurutnya merupakan salah satu unsur penting untuk menyebar informasi terkait keunikan budaya, sosial, keindahan alam serta berbagai potensi daerah lainnya.

"Kita mengharapkan banyak orang datang, wisatawan mancanegara, investor, tapi kalau tidak ada promosi, maka tidak bisa jalan," ungkapnya di hadapan Walikota Bima, H.M. Qurais Abdidin yang hadir bersama wakilnya.

Karena itu, Wagub meminta pemerintah Kota Bima untuk segera membenahi infrastruktur, apalagi pasca bencana banjir beberapa bulan lalu. "Percuma kita keluarkan dana besar, sementara infrastruktur dan SDM tidak siap. Kalau air bersih dan listrik sudah tersedia maka investor banyak yang datang," jelas pria kelahiran sumbawa itu.

Dengan upaya itu, pertumbuhan ekonomi bisa dijaga dan angka kemiskinan dapat diturunkan. Selain itu,  Pariwisata juga merupakan kebutuhan masyarakat. Dengan memenuhi kebutuhan itu, maka kebahagiaan masyarakat dapat dijamin, ujarnya.

Keramahtamahan atau “friendly” menjadi kunci penting dalam menciptakan daya tarik wisata. Keramahtamahan itu menyangkut seluruh aspek mulai dari sektor birokrasi dengan menciptakan layanan  yang baik dan mempermudah investasi.

Demikian juga perlunya mewujudkan keramahan destinasi, yakni seluruh obyek dan potensi wisata dikelola, ditata dengan indah, rapi, bersih, menarik dan mempesona serta yang lebih penting lagi keramah tamahan masyarakat untuk menjaga keamanan, kenyamanan, kebersihan, melestarikan destinasi, adat budaya, tradisi, agama dan nilai nilai peradaban lainnya sebagai aset wisata yang sangat berharga.

Karena itulah “ Lombok – Sumbawa Friendly” dijadikan branding pembangunan Pariwisata NTB, dan Gubernur NTB, Dr. TGH.M.Zainul Majdi adalah gubernur yang dinilai oleh Menteri Pariwisata sebagai kepala daerah paling komitmen terhadap pembangunan sektor Pariwisata. Itulah sebabnya, geliat pembangunan Pariwisata NTB belakangan ini terus dipacu dengan mengangkat seluruh potensi yang ada dan melibatkan semua pihak.

Selain menghadiri acara Festival Rakyat “ Festival Lawata” dalam rangkaian kunjungannya di Bima, Wagub H. Muh. Amin, SH.,M.Si  juga meresmikan obyek wisata pantai Kalaki di kecamatan Palibelo kabupaten Bima. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.