Piye

Wagub Apreseasi Jin Air Korsel Direct Flight Ke LIA

Wagub Apreseasi Jin Air Korsel Direct Flight Ke LIA
SuaraLombok.com | Mataram - Maskapai Penerbangan Korea Selatan Jin Air dan Korean Air, menjajaki peluang penerbangan langsung dari Korea Selatan ke Lombok Internasional Airport (LIA). Untuk memastikan peluang tersebut sejumlah petinggi perusahaan tersebut, Vice President Jin Air Ko Kwang Ho bersama Manager International Sales Team Jin Air Kang Mon Goo, dan Deputy General Manager Regional Passenger Sales Office Korean Air Yoo Sang Hoon, menenui Wakil Gubernur H. Muh. Amin, SH, M. Si, di Kantor Gubernur NTB. Selasa,(25/04).

Dalam pertemuan tersebut mereka menyatakan keinginan untuk membuka jalur penerbangan langsung (Direct Flight) dari Korea Selatan Ke Lombok Internasional Airport. Kepada Wagub NTB, Vice President Jin Air Ko Kwang Ho melaporkan bahwa pesawat dari maskapai Jin Air dan Korean Air adalah pesawat yang berukuran besar.

“Kami ingin memastikan kondisi runway dan fasilitas pendukung lainnya, karena pesawat-pesawaat Jin Air dan Korean Air bertipe besar, yaitu B-777/200,” ujarnya.

Pada Saat itu  Wagub NTB sangat mengapresiasi rencana Korean Air dan Jin Air untuk membuka Direct flight ke Lombok. “Saya sangat mengapresiasi, namun kami perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyediakan fasilitas pendukung terkait pendaratan pesawat-pesawat besar dari Korea Selatan di Lombok Internasional Airport,” ujar Wagub yang di didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov.NTB H. Chaerul Mahsul, S.H.,M.M, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov. NTB Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si, General Manager PT. Angkasa Pura I LIA, I Gusti Ngurah Ardita.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PT. Angkasa Pura I LIA, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan kondisi runway LIA memungkinkan untuk pendaratan pesawat kategori 9 seperti B-777/200.

“Untuk runway kita tidak masalah, namun kita terkendala fasilitas lain yang perlu juga di upgrade untuk pesawat dengan kategori 9,” kata Ardita sekaligus menerangkan bahwa fasilitas utama yang perlu di upgrade adalah fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

“Untuk meningkatkan fasilitas PKP-PK agar mumpuni dengan pesawat B-777/200, kami harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Hal ini diperlukan karena menyangkut penambahan jumlah SDM dan kendaraan pendukung,”pungkasnya. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.