Piye

UN Loteng Alami Kendala Teknis

UN Loteng Alami Kendala Teknis
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama di Loteng sempat terkendala teknis. Sedikitnya, ada 3 kendala secara umum yang dialami sejumlah sekolah. Seperti di SMAN 4 Praya yang sempat mengalami kesalahan sistem pada salah satu server yang digunakan.

"Iya sempat servernya restart sendiri dan download windows baru secara otomatis," aku Kasek SMAN 4 Praya, Ahmad Qodian. Server sempat bermasalah di tengah pengerjaan ujian oleh siswa yang membuat siswa sempat panik.

"Siswa kan khawatir jawabannya hilang, tapi kan tidak seperti itu," ungkapnya.

Operator sekolah langsung menggunakan server cadangan untuk melanjutkan proses UN yang sempat tertunda beberapa saat. "Hanya sekitar 3 menit-an kalau gak salah," tuturnya. 

Selain kendala itu, pengadaan alat berupa komputer masih menjadi masalah sendiri. Jumlah komputer tidak mencukupi kuota sehingga harus meminjam sejumlah komputer di sekolah lain, siswa dan guru setempat.

"Kami sempat kualahan, tapi Alhamdulillah sudah teratasi kalau yang itu," jelasnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pendidikan Lombok Tengah, H. Ambare yang melakukan pengawasan terhadap beberapa sekolah membeberkan temuannya. Seperti yang terjadi di beberapa sekolah di Desa Mantang Lombok Tengah, terjadi gangguan laptop yang digunakan oleh beberapa orang siswa dan menyebabkan guru harus menggunakan laptop cadangan.

Selain itu, untuk Ujian Nasional Berbasis Pensil dan Kertas (UNPK) ada kendala terkait kurangnya jumlah lembaran soal yang diterima sejumlah sekolah seperti di SMA Attamimi Pengembur yang kekurangan soal Sosiologi sebanyak 40 eksemplar, MA Nurul Islam Ganti dengan Mapel Antropologi yang kurang sebanyak 19 eksemplar, MA NW Pepao Lekor dengan soal Geografi sebanyak 11 eksemplar, MA NW Hubbul Jiron Pringgarata sebanyak 21 eksemplar soal Sosiologi, MA Nidaurrhman Bebie yang kekurangan soal Tafsir, Hadis dan fiqih masing-masing 15 eksemplar soal.

"Untungnya ini Mapel Pilihan yang diujikan hari terakhir, jadi ada waktu melapor ke Provinsi untuk ditindak lanjuti," tandasnya. (09) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.