Piye

Tower XL Kembali Picu Amarah Warga Bagu

Tower XL Kembali Picu Amarah Warga Bagu
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Keberadaan salah satu tower seluler milik provider XL di Dusun Bagu Timur Desa Bagu kembali picu amarah warga setempat. Pasalnya, warga menganggap keberadaan tower menyalahi izin dan merugikan warga. Setelah beberapa waktu lalu masyarakat melakukan pelemparan dan percobaan perobohan tower, kali ini masyarakat mendatangi kantor DPRD Loteng guna melakukan kroscek langsung ke Dinas terkait.

"Dengan kondisi cuaca sekarang ini, masyarakat semakin resah, sepertinya tower bakal tumbang dan membahayakan masyarakat," ungkap Ahmad Sadikin selaku korlap aksi yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Warga Lingkar Tower.

Lebih jauh Sadikin mempersoalkan izin pendirian dan perpanjangan kontrak tower yang menurutnya tidak pernah ada kesepakatan dengan warga setempat. "Kami selaku warga tidak dilibatkan dalam pendirian tower ini, padahal ini kan sangat berbahaya bagi masyarakat," sambungnya.

Kalaupun ada izin, lanjut dia, masyarakat mendesak agar Dinas Perizinan dan instansi terkait untuk segera mencabut izin pendiriannya. "Minimal kalau ada pengajuan perpanjangan kontrak jangan diberikan lagi, ini bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat Bagu," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Loteng, H. Winarto menjelaskan, pihaknya hanya akan mengeluarkan izin jika ada rekomendasi dari Dinas Kominfo. "Sementara Kominfo harus melampirkan persetujuan warga," jelasnya.

Untuk saat ini, pihaknya akan melakukan kroscek bersama Dinas Kominfo Loteng terkait izin tower XL di Desa Bagu ini. "Kami akan kroscek dulu, nanti kami kabari lagi," ungkap Plt Kepala Dinas Kominfo, Lalu Suardana menimpali.

Dibeberkan Suardana, dari 191 tower provider di Loteng, terdapat sekitar 32 unit yang belum memiliki izin. Sehingga pihaknya berjanji akan menjadikan persoalan ini sebagai atensi. "Kami juga akan lakukan penelusuran bersama dewan dan instansi lainnya," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Loteng, M Samsul Qomar mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan segera memanggil pihak provider guna mencari tahu persoalan ini lebih dalam. "Kalau memang mereka tidak bisa pertanggung jawabkan keberadaan tower itu, kita suruh bongkar," cetusnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.