Piye

TGB : Memaafkan Itu Sifat Alloh Dalam Asma’ul Husna

TGB : Memaafkan Itu Sifat Alloh Dalam Asma’ul Husna
SuaraLombok.com | Mataram - Menyikapi kekecewaan dan sikap protes sebagian warga NTB terhadap tindakan penghinaan atas dirinya dan keluarga, Gubernur Nusa Tenggara Barat, DR. KHM. Zainul Majdi menyampaikan klarifikasinya dihadapan Jama’ah Jum’at usai melaksanakan Sholat Jumat berjamaah, bertempat di Islamic Center, Mataram Nusa Tenggara Barat, Jumat (14/04).

“Memang benar terjadi pada saya dan keluarga apa yang diberitakan terkait dengan kejadian yang dapat disebut sebagai penghinaan atau apapun namanya” ungkap TGB (sapaan akrab Gubernur NTB).

Namun terkait dengan hal itu, sebagai muslim dirinya mengaku telah memaafkan oknum yang telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan kepadanya, karena hal tersebut merupakan sifat yang diajarkan agama Islam sebagai pedoman hidup yang juga  terjabar jelas dalam tuntunan Rasululloh utusannya.  

“Menghadapi keadaan apapun di dunia sesungguhnya Islam telah memberikan panduan yang terbaik melalui alquran kitabullah maupun tuntunan dari nabi besar, tuntunan yang pertama adalah sabar, yang kedua jika kita memberi maaf maka itu mendekatkan pada ketakwaan, ” jelas Gubernur penghafal Al-qur’an ini seraya menyampaikan sebuah ayat yang berisi tuntunan untuk memberikan maaf.

“Nabi sendiri mengajarkan kita untuk berakhlak sebagaimana akhlak Alloh yang ada di asmaul husna, dan al’afu memaafkan itu merupakan sifat Alloh diantaranya” lanjutnya.

Sementara terkait ada reaksi kemarahan atas tindakan yang menimpa dirinya dan keluarganya, TGB meminta semua pihak untuk Ikhlas dan bersikap dewasa, dan tidak terprovokasi dalam tindakan apapun yang bisa merugikan semua pihak, termasuk merusak sendi - sendi persaudaraan serta kebersamaan yang telah terbina di Provinsi Seribu Masjid.

“Saya tidak bisa melarang orang lain marah, tapi saya meminta semua pihak agar jangan terprovokasi, tetap sabar dan dewasalah, mari kita jaga persuadaraan kita, lelah kita bangun NTB ini, mari kita rawat dengan sebenar benarnya sebagaimana bagian dari menunaikan amanah Alloh” ujar TGB menenangkan.

Diakhir penjelasannya TGB mengajak semua pihak menjadikan apa yang menimpa dirinya dan keluarganya hendaknya menjadi pembelajaran bagi semua, bahwa dalam konteks kolektifitas berbangsa dan bernegara, tidak boleh ada pribadi atau kelompok yang merasa lebih dari orang lain, apapun alasanya, karena itu tidak mencerminkan kecintaan pada Kebinekan serta rasa kebersamaan yang selama ini ada dan telah terpatri dalam jiwa seluruh warga masyarakat.

“Insyaalloh Alloh Maha Adil, mudah mudahan apa yang terjadi pada diri saya dan keluarga menjadi pembelajaran bagi kita semua, siapapun kita tidak boleh merasa lebih dari orang lain, mari kita pupuk persaudaraan dan kekompakan, Islam mengajarkan kita mengisi hidup dengan kebaikan dan amal sholeh” pungkas TGB yang diamini para Jema’ah. (02)

                   TGB Dihina, Massa Pencinta Ulama NTB Protes

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.