Piye

TGB Klarifikasi Dugaan Penghinaan Dirinya Ke Polda Metro Jaya

TGB Klarifikasi Dugaan Penghinaan Dirinya Ke Polda Metro Jaya
SuaraLombok.com | Mataram - Hari ini (20/4) Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi dimintai keterangan oleh penyidik dari Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang dilakukan oleh Steven Hadisuryo Sulistyo.

Sebagaimana diketahui, kejadian penghinaan yang terjadi pada hari Ahad (9/4) di konter check in Bandara Changi Singapura menjadi perhatian khalayak luas di Indonesia karena mengandung tendensi rasisme. Banyak elemen yang mengadukan peristiwa itu ke kepolisian baik melalui Polda Metro Jaya maupun Polda NTB.

Tercatat bahkan beberapa tokoh nasional dari etnis Tionghoa seperti Jusuf Hamka dan Lieus Sungkharisma juga melaporkan kejadian ini. Mereka menganggap ini sebagai penghinaan tidak hanya terhadap TGB pribadi namun juga kepada seluruh bangsa Indonesia. Gubernur Sulsel Dr. Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia) dalam komunikasinya dengan Gubernur TGB juga bereaksi keras dan menyampaikan akan bersurat ke Kapolri untuk meminta penuntasan kasus ini.

Dalam tanggapannya, TGB menyampaikan bahwa beliau dan istri sudah memaafkan sang pelaku. "Kami sudah maafkan karena bagaimanapun kami menghargai pernyataan maaf bermaterai yang disampaikan oleh saudara Steven. Ajaran agama juga mendorong kita untuk memberi maaf kepada orang yang salah". Namun demikian, TGB menambahkan, karena banyak masyarakat yang mengadukan penghinaan ini ke kepolisian, maka tentu menjadi kewajiban kepolisian untuk menindaklanjutinya dengan baik dan menuntaskannya.

Perlu ada kejelasan, kata TGB, siapa sesungguhnya Steven ini. Banyak spekulasi tentang pribadi yang bersangkutan termasuk informasi yang beredar di tengah masyarakat bahwa yang bersangkutan memiliki KTP yang aspal, bermasalah atau bahkan palsu. Kalau informasi ini benar, menurut TGB, berarti ada potensi pemalsuan dokumen negara. Yang bisa menginvestigasi secara tuntas adalah kepolisian agar semua hal terkait peristiwa ini menjadi jelas.

TGB menjelaskan, selain Surat permohonan maaf yang telah dimuat media juga ada surat pernyataan yang juga ditandatangani yang bersangkutan dan saudara Jones Djatisasmito yang juga menyaksikan peristiwa di Changi serta mengaku sebagai keluarga pelaku. "Saya yakin apabila kepolisian serius, maka yang bersangkutan akan dapat segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya", ujar TGB. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.