Piye

TGB Dihina, Massa Pencinta Ulama NTB Protes

TGB Dihina Massa Pencinta Ulama NTB Protes
SuaraLombok.com | Mataram - Gelombang reaksi kekecewaan dan protes warga Nusa Tenggara Barat bermunculan dengan kejadian tidak etis yang menimpa TGB (Tuan Guru Bajang-Red) atau Dr. KH. Zainul Majdi yang mendapat perlakuan kasar dengan kata kata kotor dari seorang oknum warga Keturunan bernama Steven Hadisurya Sulistiyo saat sedang mengantri untuk check in di Counter Batik Air Bandar Udara Changi, Singapura pada hari Minggu (09/04) sekitar pukul 14.30 Wita.

Meski kasus tersebut telah berlalu dan dianggap selesai dengan permintaan maaf Steven melalui media sosial tertanggal 09 April 2017 yang ditulisnya di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dalam surat bermaterai yang ditandatangani langsung oleh Steven tersebut, dirinya mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati TGB memaafkan perlakuan kasarnya kala itu, namun reaksi tidak simpatik warga NTB atas perlakuan kasarnya kepada salah seorang Ulama junjungan ummat Muslim yang memilik basis organisasi massa terbesar di NTB tersebut terus bergullir hingga saat ini.

Terkait hal ini Karo Humas dan Protokol Setda Nusa Tenggara Barat, Yusron Hadi menyatakan hal ini telah dianggap selesai dengan permintaan maaf pelaku serta kemurahan hati sang Gubernur untuk memaafkannya saat itu.

“Sudahlah jangan diperpanjang, Beliau (TGB) sudah memaafkan, sayang sekali ada anak muda yang punya sikap seperti itu, insyaalloh semuanya,” ungkap Yusron mencoba mengutip perkataan TGB saat perisitiwa tersebut terjadi.

Yusron juga mengajak semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi dengan tindakan personal dari seorang Steven yang nantinya bisa memunculkan sentimen berkepanjangan yang dikhawatirkan merusak sendi persatuan warga yang telah terbina selama ini.

“Tidak baik hal ini digelindingkan terus, cukup apa yang disampaikan diatas sudah mewaikili sikap beliau” lanjut Yusron dalam pesan singkatnya.

Rencananya pada Jumat hari ini (14/04) sejumlah ormas Islam NTB akan menyampaikan protesnya dan menyampaikan sikap tegas ditujukan kepada Steven Hadisuryo Sulistiyo agar melakukan permohonan maaf tidak hanya kepada TGB pribadi dan keluarganya, namun kepada seluruh Ummat Islam Di NTB Khususnya dan di Indonesia pada Umumnya, karena sikapnya yang tidak santun dengan menghinda Ulama merupakan tindakan keji yang melukai seluruh perasaan ummat Islam. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.