Piye

Suhaili Diisukan Tunggangi PHDI

Suhaili Diisukan Tunggangi PHDI
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Semakin dekatnya agenda Pilgub NTB yang mulai memunculkan banyak calon yang akan ikut dalam kontestasi pilkada membuat peta kekuatan mulai dimunculkan para calon. Salah satunya kegiatan  keagamaan Ummat Hindu dalam acara Dharma Santi di Bencingah Adiguna Alun-alun Tastura yang disebut sebut sejumlah pihak terakit erat dengan dengan rencana Suhaili yang juga Bupati Loteng  maju pada Pilkada mendatang.

Suhaili yang diusung Golkar menjadi Cagub NTB itu diisukan sengaja memfasilitasi kegiatan umat Hindu di tempat terbuka dan menjadi sejarah baru di Loteng bahwa pelaksanaan acara yang disakralkan itu di luar Pura. Menanggapi hal ini, Suhaili membantah semua tudingan itu. Ia dengan tegas mengatakan jika kegiatan yang ia hadiri itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan rencana pencalonannya di Pilkada NTB 2018 mendatang. "Jangan kira saya hadir di sini sekarang karena baliho saya banyak di pinggir jalan (Akan mencalonkan diri-Red), tidak seperti itu," tegasnya.

Ia mengatakan, kehadirannya di kegiatan Umat Hindu itu merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap keberagaman dan persatuan antar umat beragama dengan pemerintah.

Senada dengan Suhaili Ketua PHDI Loteng, I Komang Restu Susiawan mengatakan PHDI bukan wadah politik yang bisa ditunggangi siapapun. Termasuk Suhaili yang saat ini menjabat sebagai Bupati Loteng.

"Kami bukan wadah politik dan kegiatan Dharma Santi ini tidak ada kaitannya dengan pencalonan beliau (Suhaili-Red)," ungkapnya.

Ditanya alasan diadakannya Dharma Santi di luar Pura dan di tempat terbuka, terlebih pada momentum jelang Pilkada, Restu tidak menjawab gamblang. Ia hanya mengatakan jika umat Hindu Loteng pada khususnya tidak memiliki dana yang cukup untuk mengadakan kegiatan sebesar ini sehingga meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten.

"Dan disambut baik oleh pemerintah serta diberikan izin mengadakan di sini," tukasnya.

Ia memastikan, anggota PHDI tidak akan memihak kepada calon manapun pada prosesi politik apapun, termasuk Pilkada. "Umat Hindu akan memilih sesuai hati nurani masing-masing dan tidak bisa diintervensi siapapun,"pungkasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.