Piye

Subhan H.M. NUR Dan Hasanuddin MD. MT : Siap Menata Kota Bima Yang Maju Dan Humanis

Subhan H.M. NUR Dan Hasanuddin MD. MT : Siap Menata Kota Bima Yang Maju Dan Humanis
SuaraLombok.com | Mataram - Menata sebuah kota maritim dengan fenomena kelas masyarakat yang beragam dan kental dengan budaya patriarki khas peninggalan Kesultanan tentunya menjadi catatan penting bagi siapapun yang hendak tampil untuk maju dalam kontestasi pemilihan sekelas Kepala Daerah di kota Bima.

Kehadiran figur profesional muda yang punya visi dan misi yang baik untuk membangun daerah, pastinya menjadi dambaan setiap warga yang lama menantikan sosok pemimpin yang mampu bergerak cepat dan realistis dalam membangun master plan wilayah yang maju dan modern tanpa harus menafikan peran kearifan lokal yang telah ada di tengah masyarakat.

Subhan H.M. Nur yang nantinya dalam kontestasi pilkada 2018 (pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima) periode 2018-2023 akan berpasangan dengan Hasanuddin MD. MT. keduanya adalah putra asli Bima menawarkan solusi dari ragam problem yang saat ini muncul baik dari persoalan ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan  yang hingga saat ini menjadi masalah klasik yang dihadapi warga kota Bima.

“Kami akan bekerja keras membangun Kota Bima kedepan, agar menjadi kota yang maju, berbudaya dan berkehidupan sosial yang sejahtera tentunya dengan memaksimalkan potensi yang ada dan dimiliki” ujar Hasanuddin MD.MT Calon Wakil Walikota Bima kepada Suara Lombok baru - baru ini.

Lebih jauh Putra kelahiran kota Bima tahun 1972 ini menyatakan konsep pembangunan kota Bima  nantinya seharusnya fokus pada beberapa hal misalnya pada konsep pembangunan ramah lingkungan dengan mengawasi ketat seluruh proses pembangunan berbagai sektor di Kota Bima agar tidak berakibat pada perusakan lingkungan yang parah seperti sekarang ini. “Bencana yang terjadi sekarang menunjukkan kondisi alam yang kritis dan darurat sehingga perlu menjadi prioritas utama,” lanjutnya.

Dalam segi Pariwisata dan Budaya, masyarakat kota Bima juga memiliki aset pariwisata berupa potensi alam serta warisan Khasanah lokal berupa Istana Kesultanan simbol tingginya peradaban warga masyarakat pada masa lalu, yang kedepan setidaknya akan bisa menjadi magnet untuk membangun pariwisata di kota Bima serta menjadi acuan pola ajaran menanamkan nilai budaya luhur kepada warga agar bisa menampilkan sosok yang humanis dalam kehidupannya bermasyarakat.

“Sektor Pariwisata kita juga perlu dibangun dan juga harus mendapat prioritas, kita punya potensi kok, kalau bukan kita terus siapa lagi yang mau mengangkat potensi alam dan juga budaya kita di Bima,” tegas Hasanuddin.

Sementara sebagai seorang pebisnis, ayah dua putra ini juga mendambakan adanya sinergi yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta yang seharusnya bersatu padu untuk memajukan wajah kota agar bisa tampil modern dan berkarakter kekinian. Hal tersebut  menurutnya hanya bisa diwujudkan dengan menggandeng pihak investor untuk datang berinvestasi. Serta kembali merangkul para pengusaha muda potensial yang selama ini perannya termarginalkan segera mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Konsepnya harus bersama - sama, pemerintah maupun swasta harus kompak mendesign pembangunan multi sektor dengan semangat kekompakan demi kemajuan Kota Bima. Pihak swasta harus hadir mengambil peran dan harus dilibatkan sebagai penopang juga” pungkasnya. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.