Piye

Sekda Tegaskan Perlu Pemetaan Potensi PAD

Sekda Tegaskan Perlu Pemetaan Potensi PAD
SuaraLombok.com | Mataram - Pajak dan retribusi daerah merupakan komponen  terbesar dalam meningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Income terbesar pemda dalam penyelenggaraan otonomi daerah adalah pajak daerah. Oleh karenanya, perlu pemetaan potensi-potensi pajak dan retribusi daerah secara teliti sehingga berkontribusi lebih maksimal bagi pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dearah Provinsi NTB H. Rosiady Sayuti saat rapat koordinasi (Rakor) Pengelolaan Pajak Daerah dan Pemanfaatan bagi Hasil Pajak Daerah dengan kabupaten/kota se NTB, di Hotel Santika, Kamis, (27/4/17).

Dengan taat pajak, berarti masyarakat ikut berpartisipasi membangun bangsa dan negara. Bahkan, membayar pajak merupakan salah satu bentuk kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan daerah, ungkap Pak Ros sapaan akrba Sekda NTB itu. Karena itu, berbagai strategi dilakukan pemerintah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah melalui pajak. Salah satunya adalah memetakkan potensi-potensi pajak strategis yang selama ini belum tergarap.

Menurut Sekda, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPENDA), harus mampu meningkatkan kinerja untuk menggali potensi-potensi pajak yang ada di daerah. Untuk NTB, objek yang paling banyak sebagai potensi pajak adalah keluar masuknya kendaraan roda dua dan roda empat. Jumlah pemasukan dari kendadraan ini jauh melampaui pemasukan pajak dari sektor yang lain, terangnya.

“Potensi pajak dari kendaraan bermotor yang cukup besar, akan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah jika dioptimalkan pencapaiannya,” ungkap Sekda.

Sekda menjelaskan, kalau sekiranya ditargetkan pencapaian sadar pajak naik menjadi 80% dari 60% pada tahun sebelumnya, itu sudah memberikan kontribusi yang signifikan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karenya, Sekda mengajak jajaran BAPENDA memaksimalkan sarana dan prasarana komunikasi teknologi saat ini untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak. Ia menilai, kalau proses edukasi ini dilakukan maka masyarakat akan membayar pajak tepat pada waktunya. “sms center atau sms blast bisa digunakan sebagai terobosan untuk mendapatkan dampak yang signifikan bagi peningkatan kesadaran wajib pajak,” pungkas Rosiady. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.