Piye

RSUD Provinsi NTB Optimalkan Perawatan Bayi Kembar Parapagus

RSUD Provinsi NTB Optimalkan Perawatan Bayi Kembar Parapagus
SuaraLombok.com |  Mataram - Dua tim medis spesialis anak RSUD Provinsi NTB dan DR. Soetomo Surabaya saat ini telah berkolaborasi untuk melakukan observasi mendalam menangani bayi kembar dua kepala asal Sumbawa bernama Muhammad Thalib yang saat ini masih dirawat intensif di ruang perawatan Niccu Observation (ruang ICU Khusus anak-Red).

Tim medis gabungan dua RSU ternama telah memutuskan untuk tidak melakukan operasi pemisahan pada sang bayi dan dipastikan Bayi putra pasangan fathul Bahri dan Zuhriah akan tetap berdampingan untuk mempertahankan kehidupannya ke depan.

“Alhamdulillah bayi ini kondisinya survive sampai saat ini, meski terlahir dengan perjuangan luar biasa dan harus menyeberang lautan  enam jam pasca dilahirkan, dia survive” ujar Dr. Artsini Manfaati Ketua Tim Medis Dokter Spesialis Anak RSUD Provinsi NTB yang menangani bayi Muhammad Thalib saat ini didampingi Direktur Utama RSUD Provinsi NTB dr. L. Hamzi Fikiri Selasa (19/04).

Lebih jauh Astini menjelaskan kondisi klinis sang bayi yang sebenarnya masih kurang baik dalam anatomi tubuhnya. Hasil Ctscan mendalam pada bayi menunjukkan sang bayi mengalami gejala sulit bernafas karena ketidaksempurnaan fungsi paru parunya, ditambah dengan diagnosa bagian otak yang kurang sempurna menjadi persoalan yang harus diantisipasi untuk mempertahankan kondisi sang bayi.

“Kondisi otaknya kurang bagus, pernafasan dengan anatomi paru yang juga terganggu beresiko untuk ke depannya, sekarang problemnya itu masih sesak nafas ada problem di pencernaan juga,” lanjut Astini.

Terkait kondisinya yang masih sangat riskan dan kini masih dalam pantauan tim medis, Astini pun memberi permakluman kalau sang bayi kini masih harus tetap dalam monitoring tim medis spesialis RSUD Provinsi NTB, demi untuk mempertahankan kondisi sang bayi agar bisa stabil dan bertahan hidup. Hal ini menyebabkan sang bayi harus tetap berada dalam ruangan isolasi untuk meminimalisir resiko infeksi, dan juga untuk memastikan pemantauan klinis pemenuhan gizi nya.

“Mohon pengertiannya, kami di Intensive Care Unit Bayi harus lakukan monitoring ketat, agar sang bayi ini bisa tetap survive. Jadi kami masih membatasi siapapun, bayinya masih di ruang isolasi, Kami juga tetap akan memberikan asupan gizi maksimal,” pungkasnya.

Selain melibatkan sejumlah dokter spesialis anak RSUD Provinsi NTB untuk mendalami fenomena bayi kembar “Parapagus” asal Sumbawa tiga dokter spesialis asal RS DR. Soetomo Surabaya masing masing dr. Agus Hariyanto Spa (K), dr. Purwadi, SpB,SpBA dan Dr. dr. Mahrus A. Rahman SpAA (K) turut dilibatkan untuk melakukan pemantauan dan observasi klinis dan menentukan langkah penanganan sang bayi. (02) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.